Bulog Siapkan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia

Budi Santoso

Bulog Siapkan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan kesiapan Indonesia untuk negosiasi lanjutan mengenai rencana ekspor sekitar 500 ribu ton beras ke Malaysia. Pembahasan ini bertujuan untuk mematangkan skema pengiriman dan negosiasi harga agar lebih menguntungkan bagi petani, bangsa, dan negara. Kesepakatan awal telah tercapai dalam pertemuan dengan delegasi Malaysia, yang menunjukkan minat besar untuk mengimpor beras dari Indonesia.

Rizal menjelaskan bahwa tim negosiasi teknis akan segera diberangkatkan ke Sarawak, Malaysia, setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali dari ibadah haji. Tim ini akan fokus pada detail pola distribusi, termasuk opsi pengiriman langsung antar pelabuhan (port-to-port) atau melalui jalur darat dari Kalimantan Barat menuju Sarawak. Pilihan distribusi ini sedang dikaji secara mendalam untuk memastikan efisiensi dan efektivitas biaya pengiriman.

"Kami akan memberangkatkan salah satu direktur kami bersama beberapa staf untuk diskusi ulang di Sarawak guna memastikan pengiriman yang paling optimal, baik itu port-to-port maupun melalui jalur darat dari Pontianak, gudang Pontianak menyeberang masuk sampai Entikong, dari Entikong langsung ke Sarawak," ujar Rizal.

Penawaran awal dari pihak Malaysia untuk beras premium pecahan lima persen berada di kisaran Rp 16 ribu per kilogram atau sekitar 3,7 ringgit Malaysia. Meskipun angka ini dinilai cukup baik, Bulog masih berharap ada potensi kenaikan harga lebih lanjut. Pemerintah, melalui arahan Presiden Prabowo Subianto, menekankan pentingnya ekspor beras yang memberikan keuntungan substansial bagi petani lokal dan negara.

Baca Juga :  Pemerintah Tambah Kuota Magang Nasional 2026, Uang Saku Setara UMP

Bulog berkomitmen untuk tidak menjual beras terlalu murah yang dapat menekan margin keuntungan petani di dalam negeri. "Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto juga kemarin di program KDKMP, kami diperintahkan jangan jual terlalu murah juga. Jadi jual yang betul-betul menguntungkan petani, bangsa, dan negara," tegas Rizal, seorang purnawirawan jenderal TNI bintang tiga.

Rencana ekspor ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan dagang bilateral antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian Indonesia. Dengan pengelolaan yang cermat dan negosiasi yang menguntungkan, ekspor beras ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan petani. Perum Bulog terus berupaya memaksimalkan potensi sumber daya alam dan produk pertanian Indonesia di pasar internasional.

Also Read

Tinggalkan komentar