Brantas Abipraya Percepat Irigasi Rawa KSPP Wanam Merauke

Budi Santoso

Brantas Abipraya Percepat Irigasi Rawa KSPP Wanam Merauke

PT Brantas Abipraya (Persero) terus menggenjot penyelesaian Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Rawa pada Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam, Kabupaten Merauke Paket 2. Proyek strategis nasional (PSN) ini krusial dalam upaya pemerintah mendukung program swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui pembangunan jaringan irigasi KSPP Wanam, Brantas Abipraya berkontribusi signifikan dalam memperkuat infrastruktur pertanian di Papua Selatan, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan.

Memanfaatkan potensi lahan luas dan subur, perusahaan memastikan ketersediaan air bagi ribuan hektare lahan pertanian produktif. Dalam pembangunan infrastruktur unggul ini, Brantas Abipraya mencakup galian saluran primer, sekunder, dan tersier, serta penyelesaian badan tanggul. Capaian pekerjaan utama menunjukkan progres positif, dengan realisasi galian primer mencapai 4,832 juta meter kubik (m3) dari total volume 4,968 juta m3, sementara galian sekunder dan tersier telah memenuhi target volume kontrak.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyatakan optimisme dalam penyelesaian proyek melalui berbagai langkah percepatan di lapangan. Penambahan sumber daya alat berat dan optimalisasi metode pelaksanaan pekerjaan disesuaikan dengan kondisi lahan yang kompleks, terutama area rawa. "Proyek ini memiliki tantangan yang cukup kompleks mengingat sebagian besar area pekerjaan berada pada lahan rawa. Namun dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan serta penambahan sumber daya yang kami lakukan, Brantas Abipraya berkomitmen menjaga produktivitas pekerjaan dan mendorong percepatan penyelesaian proyek," ujar Dian.

Baca Juga :  Saham RI Berpeluang Masuk Lagi Indeks MSCI Global

Untuk mendukung percepatan, proyek kini diperkuat oleh 104 unit ekskavator dan 8 unit buldoser yang tersebar di berbagai titik. Mobilisasi alat tambahan terus dilakukan guna meningkatkan kapasitas produksi, khususnya pada area rawa basah yang memerlukan metode kerja khusus. Pembangunan jaringan irigasi yang andal dan berkelanjutan ini diharapkan memberikan pasokan air yang cukup sepanjang tahun bagi petani di KSPP Wanam, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat peran Papua Selatan sebagai pusat ketahanan pangan nasional.

Selain aspek teknis, Brantas Abipraya menerapkan prinsip green construction untuk keberlanjutan lingkungan dan sosial. Pengembangan KSPP Wanam sendiri selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional, dengan tujuan menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan baru di Indonesia Timur. Memanfaatkan potensi lahan rawa seluas sekitar 1 juta hektare, program ini bertujuan mengubahnya menjadi lahan produktif, termasuk pencetakan sawah baru.

Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi prioritas melalui implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) untuk memastikan seluruh aktivitas proyek berjalan aman dan sesuai standar. Brantas Abipraya berkomitmen menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional berkelanjutan. "Tidak hanya membangun infrastruktur fisik, Brantas Abipraya juga menumbuhkan semangat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan membangun jaringan irigasi KSPP Wanam ini, kami mempertegas peran sebagai BUMN konstruksi yang berorientasi pada pembangunan nasional berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara mandiri pangan," pungkasnya.

Baca Juga :  Irfan Setiaputra Pimpin Komisaris Anabatic, Gantikan Jonan

Also Read

Tinggalkan komentar