BI dan Bank Negara Malaysia Pererat Kerja Sama Kebanksentralan

Budi Santoso

BI dan Bank Negara Malaysia Pererat Kerja Sama Kebanksentralan

Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperdalam kerja sama bilateral di berbagai bidang kebanksentralan. Kesepakatan strategis ini mencerminkan komitmen kuat kedua bank sentral dalam memperkuat kemitraan jangka panjang demi stabilitas dan kemajuan ekonomi regional. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dan Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato’ Abdul Rasheed Ghaffour, yang menegaskan sinergi dalam menghadapi lanskap geopolitik yang dinamis.

Lingkup kerja sama yang disepakati meliputi sejumlah area krusial. Pertama, kebijakan moneter, di mana kedua bank sentral akan bertukar pandangan dan pengalaman dalam merumuskan kebijakan yang efektif untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kedua, stabilitas keuangan dan makroprudensial, yang mencakup kolaborasi dalam memantau risiko sistemik, mengembangkan kerangka regulasi, serta respons terhadap potensi krisis keuangan. Area ini menjadi semakin penting mengingat volatilitas pasar keuangan global.

Selanjutnya, sistem pembayaran dan digitalisasi menjadi fokus utama. Kedua bank sentral sepakat untuk memperdalam kerja sama dalam mengembangkan infrastruktur sistem pembayaran yang aman, efisien, dan inklusif, termasuk eksplorasi terhadap teknologi finansial (fintech) dan mata uang digital bank sentral (CBDC). Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong efisiensi transaksi lintas batas dan mendukung ekonomi digital di kedua negara. Pengembangan sektor keuangan juga masuk dalam kesepakatan, dengan tujuan memperkuat peran intermediasi lembaga keuangan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Baca Juga :  Transaksi Kripto RI Turun 8% di Maret 2026, Ekosistem Tetap Solid

Program pengembangan kapasitas menjadi pilar penting lainnya. BI dan BNM akan saling berbagi pengetahuan, keahlian, dan praktik terbaik melalui pelatihan, seminar, dan proyek bersama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia di kedua institusi, sehingga mampu merespons tantangan kebanksentralan yang semakin kompleks. Pertukaran informasi yang lebih intensif juga akan dilakukan, mencakup data ekonomi, tren pasar, dan analisis kebijakan, guna meningkatkan pemahaman bersama dan efektivitas pengambilan keputusan. Selain bidang-bidang yang telah disebutkan, kerja sama ini juga membuka pintu untuk eksplorasi bidang lain yang dianggap memiliki kepentingan bersama di masa mendatang.

Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato’ Abdul Rasheed Ghaffour, menyatakan bahwa penandatanganan ini menegaskan kembali kemitraan jangka panjang antara BNM dan BI. Ia menekankan komitmen bersama untuk tidak hanya memperdalam kerja sama di bidang-bidang yang sudah terjalin, tetapi juga merambah ke area baru yang memberikan nilai tambah. "Ini merupakan bukti semangat yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat ini," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini bukan sekadar komitmen simbolis, melainkan sebuah tonggak penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang kedua institusi.

Penandatanganan kerja sama ini membuka jalan bagi kemitraan yang lebih kokoh dan sinergis antara BNM dan BI. Kedua bank sentral berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang berkelanjutan di kedua negara, demi stabilitas ekonomi dan kemakmuran bersama di kawasan.

Baca Juga :  Transmart Full Day Sale 26 April 2026: Diskon Elektronik Gila-gilaan!

Also Read

Tinggalkan komentar