
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung meninjau progres pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Kamis (30/4/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mengakselerasi penyelesaian proyek-proyek infrastruktur strategis, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ketahanan air, ketahanan pangan, dan pengendalian banjir di wilayah selatan Jawa Timur. Gibran menekankan urgensi percepatan penyelesaian proyek agar manfaat Bendungan Bagong dapat segera dirasakan oleh masyarakat, terutama para petani dan penduduk Trenggalek yang sangat bergantung pada sumber daya air yang memadai.
Proyek Pembangunan Bendungan Bagong Paket III, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur air di Jatim, dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk (PTPP). Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp402,31 miliar dan direncanakan selesai dalam kurun waktu 1.473 hari kalender, terhitung sejak 20 Desember 2024.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, melaporkan bahwa progres pembangunan proyek ini menunjukkan hasil yang positif dan berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Hingga saat ini, progres proyek telah mencapai 59,49 persen, melampaui target sebesar 56,56 persen. Menurut Joko, pencapaian ini merupakan buah dari perencanaan yang matang, penerapan inovasi berkelanjutan dalam proses konstruksi, serta kolaborasi yang solid antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk PTPP, pemerintah, dan masyarakat setempat.
Bendungan Bagong ini direncanakan memiliki kapasitas tampung air sebesar 17,4 juta meter kubik. Kapasitas ini diproyeksikan akan mampu menyuplai air irigasi untuk lahan pertanian seluas 977 hektare di Daerah Irigasi Bagong. Selain itu, bendungan ini juga akan berfungsi sebagai sumber air baku dengan debit sebesar 153 liter per detik, sekaligus berperan penting dalam mitigasi dan pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Trenggalek, sebuah isu yang seringkali menjadi perhatian utama bagi masyarakat setempat.
PTPP menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan proyek Bendungan Bagong sesuai dengan jadwal yang ditentukan, dengan tetap memprioritaskan aspek kualitas, keselamatan kerja bagi seluruh pekerja, dan prinsip keberlanjutan lingkungan. Joko Raharjo berharap agar penyelesaian proyek ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan ketahanan air dan mendongkrak produktivitas sektor pertanian di Trenggalek dan sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, proyek Bendungan Bagong tidak lepas dari tantangan teknis yang cukup kompleks. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi geologis di lokasi pembangunan, di mana konstruksi bendungan bertumpu pada lapisan koluvial. Lapisan ini memerlukan keahlian rekayasa teknik khusus untuk memastikan stabilitas dan keamanan struktur bendungan dalam jangka panjang. Untuk mengatasi tantangan tersebut, PTPP secara proaktif mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi. Inovasi-inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan, serta yang terpenting, menjaga standar keselamatan kerja di tingkat tertinggi. Dengan upaya-upaya ini, PTPP meyakini Bendungan Bagong akan menjadi infrastruktur yang kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat.











