
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Keputusan ini diambil meskipun harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah tengah mengalami tekanan. Pemerintah optimis bahwa kondisi tersebut masih dapat dikendalikan dan subsidi energi akan tetap dijaga.
Arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) tetap berada pada level aman. Bahlil menjelaskan bahwa rata-rata ICP Indonesia sejak awal tahun masih berada di bawah batas 100 dolar AS per barel. "Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80 dolar AS, 80 sampai 81. Jadi belum sampai 100 dolar AS. Dan belum ada kenaikan, tidak akan naik insya Allah ya, doakan ya. Tidak akan kita naikkan subsidi BBM," ujar Menteri ESDM di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Kondisi ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk mempertahankan kebijakan subsidi energi. Fluktuasi harga minyak dunia yang terjadi saat ini masih dalam batas kewajaran dan terus dipantau perkembangannya oleh pemerintah. Dinamika pasar minyak global yang bergerak cepat dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian utama agar kebijakan energi tetap stabil dan tidak membebani masyarakat.
Selain itu, Menteri Bahlil juga menyinggung beberapa agenda penting lainnya di sektor energi dan sumber daya mineral. Pembahasan mengenai impor tabung compressed natural gas (CNG) masih dalam tahap pengujian dan evaluasi mendalam sebelum keputusan lebih lanjut diambil. Pemerintah sedang mengkaji skema yang paling tepat untuk memastikan implementasi yang optimal.
Di sisi lain, pemerintah tengah giat menyiapkan konsolidasi ekspor mineral yang akan mendukung program hilirisasi nasional. Industri pengolahan mineral, seperti smelter, sangat membutuhkan kepastian pasokan bahan baku agar investasi di sektor ini dapat terus berjalan lancar dan berkelanjutan. Komoditas strategis seperti bauksit dan nikel menjadi fokus utama dalam sinkronisasi kebutuhan industri hilirisasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sektor mineral nasional secara keseluruhan.
Lebih lanjut, pemerintah memberikan sinyal positif mengenai rencana pembentukan badan mineral yang akan segera direalisasikan. Pembentukan badan ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi dan pengelolaan sektor mineral nasional, serta memastikan bahwa sumber daya mineral Indonesia dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan bangsa. Fokus pada hilirisasi dan penguatan industri dalam negeri menjadi prioritas utama dalam strategi pengelolaan sumber daya mineral ke depan.











