BBM Berkualitas Turunkan Emisi Kendaraan 40% di Kota Besar

Budi Santoso

BBM Berkualitas Turunkan Emisi Kendaraan 40% di Kota Besar

Kendaraan bermotor menjadi sumber utama polusi udara, menyumbang lebih dari 60% emisi. Gas buang kendaraan melepaskan karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), serta partikulat halus PM2.5 dan PM10 yang membahayakan kesehatan dan lingkungan. Studi terbaru dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengonfirmasi bahwa komponen campuran dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat memengaruhi emisi kendaraan. Penelitian ini menggunakan model MOVES (Motor Vehicle Emission Simulator) dari US EPA untuk menganalisis emisi dari berbagai formulasi bensin di Jakarta dan Surabaya.

Prof. Puji Lestari, salah satu peneliti ITB, menjelaskan bahwa komponen oksigenat, seperti eter (MTBE atau ETBE), terbukti efektif mengurangi emisi. Penggunaan komponen ini, selain bahan bakar standar Euro IV, dapat menekan polusi udara di kota-kota padat seperti Jakarta dan Surabaya. Simulasi dilakukan terhadap sepuluh jenis bahan bakar dengan rentang Research Octane Number (RON) 90 hingga 95, serta variasi oksigenat MTBE, ETBE, dan etanol. Hasil pemodelan menunjukkan bahan bakar yang dicampur dengan komponen berbasis eter memberikan pengurangan emisi paling signifikan dibandingkan jenis campuran lainnya.

Secara spesifik, Pertamax 92 yang mengandung 14% MTBE terbukti efektif mengurangi emisi PM2.5 hingga 40% dibandingkan Pertalite RON 90 yang tidak mengandung MTBE. Selain itu, Pertamax 92 dengan 14% MTBE juga efektif menurunkan polutan Volatile Organic Compounds (VOC) sebesar 4%. Tak hanya PM2.5 dan VOC, bahan bakar dengan kandungan MTBE juga efektif menekan zat beracun lainnya. Emisi Butadiena, zat pemicu kanker, turun hingga 33%, Akrolein turun hingga 38%, dan senyawa aromatik polisiklik (PAH) yang bersifat karsinogenik turun hingga 14%.

Baca Juga :  Irfan Setiaputra Pimpin Komisaris Anabatic, Gantikan Jonan

Direktur Eksekutif Asia Clean Fuel Association (ACFA), Serene Johnson, menekankan bahwa studi ini menunjukkan peluang nyata yang dapat segera diimplementasikan. Peningkatan kualitas bahan bakar merupakan opsi kebijakan yang dapat diambil pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. "Meningkatkan kualitas bahan bakar adalah salah satu jalur tercepat dan paling praktis yang tersedia saat ini untuk mengurangi emisi transportasi di Indonesia," ujar Johnson.

Data menunjukkan polusi udara masih menjadi ancaman serius bagi jutaan penduduk di kota-kota besar Indonesia. Menurut data IQAir pada 5 Januari 2026, kualitas udara Jakarta berada dalam kategori tidak sehat dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 174. Pada periode yang sama, konsentrasi polutan PM2.5 tercatat sebesar 79,5 mikrogram per meter kubik. Angka ini jauh melampaui ambang batas aman yang ditetapkan oleh WHO sebesar 15 mikrogram per meter kubik untuk rata-rata harian, dan juga melebihi kisaran rata-rata harian Jakarta yang umumnya berkisar antara 25-45 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini menempatkan Jakarta pada posisi keenam sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Also Read

Tinggalkan komentar