Bank Saqu Dorong Perempuan Solopreneur Sukses di Sektor Industri Kreatif

Budi Santoso

Bank Saqu Dorong Perempuan Solopreneur Sukses di Sektor Industri Kreatif

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM mengungkapkan fakta signifikan bahwa sekitar 64,5% pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia adalah perempuan. Mayoritas dari mereka bergerak di sektor industri kreatif, sebuah bidang yang menuntut inovasi tanpa henti. Di era transformasi digital saat ini, peluang bagi perempuan untuk memperluas jangkauan pasar dan mengembangkan bisnis secara fleksibel terbuka lebar. Namun, Bank Saqu menekankan bahwa modal kreativitas saja tidaklah cukup untuk menjamin eksistensi bisnis dalam jangka panjang. Faktor manajemen keuangan yang disiplin menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan dan kesehatan sebuah unit usaha.

Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando, menjelaskan bahwa pemahaman finansial yang mendalam, mulai dari pengelolaan arus kas hingga pengambilan keputusan berbasis data, adalah pondasi bagi lahirnya usaha yang berkelanjutan. Berdasarkan profil nasabah Bank Saqu, sekitar 40% merupakan solopreneur atau pengusaha mandiri. Hal inilah yang mendorong Bank Saqu untuk menghadirkan Solopreneur Academy, sebuah program edukasi dan pengembangan jejaring yang dirancang agar para pelaku usaha dapat mengelola bisnis mereka secara lebih profesional dan terarah.

Pengalaman nyata dirasakan oleh Liya Tsabitah, pemenang Bank Saqu Solopreneur Academy 2025. Ia menyadari bahwa membangun usaha dari hobi memerlukan transisi mental menuju profesionalisme keuangan. Dukungan fitur seperti Saku Nabung dan Saku Transaksi membantu para solopreneur memisahkan antara kantong pribadi dan modal usaha, sehingga evaluasi keuntungan menjadi lebih akurat. Senada dengan hal tersebut, Sylvia selaku Co-Founder KopiSoe dan Rantau Rasa, menegaskan bahwa disiplin dalam memahami biaya operasional dan menjaga arus kas tetap positif adalah hal yang membedakan antara bisnis yang sekadar bertahan dengan bisnis yang mampu melakukan ekspansi besar-besaran.

Baca Juga :  Menkeu Bantah Kas Negara Sisa Rp120 Triliun, Kondisi APBN Masih Aman

Menatap masa depan, Bank Saqu berkomitmen menjadi mitra strategis bagi perempuan di setiap fase perjalanan bisnis mereka. Tidak hanya menyediakan fitur Tabungmatic untuk membangun kebiasaan menabung otomatis atau Saku Kredit untuk kebutuhan pembiayaan mendesak, Bank Saqu juga meluncurkan layanan Bank Saqu Bisnis bagi UMKM yang telah naik kelas. Layanan ini difokuskan pada optimalisasi operasional dan manajemen kas yang lebih kompleks. Melalui partisipasi dalam forum diskusi "Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry", Bank Saqu berharap dapat terus memperkuat ekosistem kewirausahaan perempuan, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih masif terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Also Read

Tinggalkan komentar