
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 850 miliar dan mengangkat pengurus baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 di Surabaya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi kinerja Bank Jatim yang impresif di Tahun Buku 2025, menunjukkan pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, dan penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang konsisten. Khofifah menekankan pentingnya memperkuat posisi Bank Jatim sebagai regional champion, mengoptimalkan sinergi bisnis, memperkuat ekosistem daerah, mengoptimalkan potensi produk syariah, mempercepat transformasi digital, meningkatkan pembiayaan UMKM, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko. Ia menegaskan bahwa Bank Jatim bukan sekadar lembaga intermediasi, melainkan motor penggerak ekonomi daerah yang krusial dalam mendukung arsitektur ekonomi nasional.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, memaparkan strategi manajemen yang meliputi keseimbangan pengelolaan DPK dengan memperbesar rasio dana murah dan penerbitan obligasi, penyaluran pinjaman yang selektif, efisiensi operasional, serta peningkatan transaksi digital. Transformasi bisnis melalui lima pilar utama terus dilanjutkan untuk mendukung visi menjadi BPD Nomor 1 di Indonesia. Kinerja keuangan konsolidasi Bank Jatim pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan aset sebesar 42,93% menjadi Rp 168,85 triliun dan laba bersih naik 24,80% menjadi Rp 1,61 triliun. Kinerja bank only juga mencatat laba bersih tertinggi di antara BPD se-Indonesia sebesar Rp 1,546 triliun.
Pada kuartal I 2026, Bank Jatim membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 661 miliar, tumbuh 90,41% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 39,61%. Penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp 109,22 triliun, tumbuh 40,85% YoY, dengan total aset Rp 164,07 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 37,59% YoY menjadi Rp 122,80 triliun. Kinerja bank only pada kuartal I 2026 mencatat penyaluran kredit Rp 65,97 miliar, aset Rp 101,06 triliun, dan laba bersih Rp 377 miliar.
RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 56,62 per saham, naik dari tahun sebelumnya, dengan total dividen mencapai Rp 850.177.501.402,84 atau 55% dari laba bersih. Perubahan nomenklatur struktur organisasi dan susunan pengurus juga dilakukan, termasuk penyesuaian pada Direktur Keuangan, Direktur Bisnis Menengah, Direktur Bisnis Mikro, dan Direktur IT. Pengangkatan pengurus baru meliputi Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko, Moh. Nasih sebagai Komisaris Independen, dan Abdullah Syamsul Arifin sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah.











