
Bank digital kini telah bertransformasi dari sekadar layanan pelengkap menjadi platform krusial dalam aktivitas finansial masyarakat Indonesia. Kebutuhan akan kemudahan, kecepatan, dan konektivitas dalam transaksi harian mendorong adopsi bank digital secara masif. Mulai dari pengisian saldo dompet digital, pembayaran QRIS, hingga belanja online, semua kini dapat diakses dengan praktis melalui bank digital. Data Bank Indonesia mencatat pertumbuhan pesat transaksi pembayaran digital, mencapai 14,28 miliar pada triwulan I 2026, dengan QRIS melonjak 116,45% secara tahunan. Sistem pembayaran ritel seperti BI-FAST juga menunjukkan pertumbuhan kuat, mengindikasikan tingginya permintaan akan layanan transaksi digital yang efisien.
Survei Ipsos Indonesia 2026 mengkonfirmasi pergeseran perilaku ini. Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama pengguna memilih bank digital (71%), diikuti kelengkapan fitur seperti pembayaran QRIS, tagihan, dan dukungan belanja online (66%). Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia, menekankan bahwa pengguna kini selektif, memprioritaskan layanan keuangan yang terintegrasi dengan kebutuhan sehari-hari. Aktivitas dominan melalui bank digital meliputi pengisian saldo dompet digital dan belanja online, menegaskan pentingnya integrasi dengan ekosistem digital seperti e-commerce.
Dalam evaluasi berbagai aplikasi bank digital, SeaBank menempati posisi teratas dalam mendukung kenyamanan transaksi harian (52%), diikuti Bank Jago (50%) dan Neobank (49%). SeaBank juga menjadi pilihan utama dalam integrasi ekosistem digital (50%), diikuti Bank Jago (46%) dan Superbank (43%). Tingkat penggunaan tertinggi untuk pengisian saldo dompet digital diraih SeaBank (77%), disusul Bank Jago (70%) dan Superbank (66%). Dalam belanja online, SeaBank kembali unggul (69%), diikuti Bank Jago (58%) dan Allo Bank (50%). Temuan ini menunjukkan bahwa konektivitas antar-platform semakin selaras untuk pengalaman pengguna yang praktis.
Hansal Savla menambahkan, "Integrasi dengan ekosistem digital menjadi salah satu faktor yang semakin relevan. Pengguna cenderung memilih layanan yang dapat mendukung berbagai aktivitas mereka secara praktis dan terhubung dengan mulus dalam satu platform." Bank digital kini tidak hanya dituntut menyediakan layanan keuangan yang cepat dan mudah, tetapi juga kemampuan integrasi yang seamless dengan berbagai aktivitas digital sehari-hari. Kemampuan ini diprediksi akan menjadi fokus utama persaingan industri bank digital di masa depan. Dengan terus berkembangnya ekspektasi pengguna, bank digital yang mampu menghadirkan pengalaman terintegrasi dan praktis akan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.











