ASN Naik Kuda, Pemkot Tasikmalaya Tekan BBM dengan WFH

Budi Santoso

ASN Naik Kuda, Pemkot Tasikmalaya Tekan BBM dengan WFH

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tasikmalaya, Mohammad Arif Syamsani, menjadi sorotan publik ketika ia menunggang kuda saat berangkat kerja pada program hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026). Aksi unik ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan cerminan dari komitmen Pemkot Tasikmalaya untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah kota tersebut telah mengambil langkah konkret dengan membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen. Selain itu, ASN juga didorong untuk beralih menggunakan transportasi publik dan meningkatkan efisiensi dalam setiap perjalanan dinas. Kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang juga gencar menggalakkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) untuk menekan konsumsi BBM.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa perpanjangan kebijakan WFH dinilai efektif dalam menekan konsumsi BBM. Berdasarkan hasil evaluasi, sejak kebijakan WFH diterapkan, penggunaan BBM jenis Pertalite tercatat mengalami penurunan signifikan, mendekati 9 persen pada April 2026. "Kita evaluasi terkait WFH, dalam dua bulan dan terlihat hasilnya cukup baik, di mana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April mendekati 9 persen. Jadi hasilnya cukup baik, dan oleh karena itu tadi diputuskan untuk dilanjutkan," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Keputusan untuk melanjutkan kebijakan WFH selama dua bulan ke depan telah resmi diambil oleh pemerintah. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) akan segera menerbitkan surat edaran baru mengenai perpanjangan WFH bagi ASN. Tidak hanya di lingkungan pemerintahan, Badan Pengatur (BP) BUMN juga akan mengikuti kebijakan ini dengan menerbitkan surat edaran tersendiri. Sementara itu, untuk sektor swasta, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan untuk menerapkan WFH.

Baca Juga :  12 Kereta Jarak Jauh Berhenti di Jatinegara Akibat May Day

Pemerintah memandang kebijakan WFH sebagai salah satu strategi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Airlangga sebelumnya telah menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan berbagai kebijakan ekonomi lanjutan, termasuk perpanjangan WFH selama dua bulan mendatang. Penerapan WFH ini dianggap sebagai bagian integral dari penyesuaian kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan yang dilakukan oleh pemerintah untuk beradaptasi dengan kondisi terkini. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang terhadap stabilitas ekonomi dan efisiensi penggunaan sumber daya energi.

Also Read

Tinggalkan komentar