
Ratusan warga memadati Kantor Desa Kedung Pengawas, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (26/5/2026), untuk mendapatkan bantuan sembako gratis menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sejak pagi, warga telah mengantre panjang demi memperoleh bantuan kebutuhan pokok yang dibagikan oleh pemerintah kepada masyarakat setempat. Melemahnya daya beli masyarakat membuat kebutuhan pokok menjadi beban tersendiri, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kondisi tersebut semakin terasa menjelang Idul Adha ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.

Dalam pembagian tersebut, setiap kepala keluarga menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Total sebanyak 2.500 kepala keluarga tercatat sebagai penerima bantuan sembako di wilayah itu. Proses distribusi dilakukan secara bertahap selama dua hari guna menghindari kepadatan antrean dan menjaga pembagian tetap tertib. Pada hari pertama, sekitar 1.500 kepala keluarga menerima bantuan. Sementara sisanya dijadwalkan mendapat bantuan pada Kamis mendatang dengan mekanisme pembagian yang sama.

Sejumlah warga terlihat membawa karung hingga troli sederhana untuk memudahkan membawa bantuan pulang ke rumah masing-masing. Sebelum menerima bantuan, warga terlebih dahulu menjalani proses pendataan untuk memastikan distribusi tepat sasaran sesuai daftar penerima yang telah ditetapkan pemerintah. Bantuan sembako tersebut diberikan sebagai upaya membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat.

Beberapa warga mengaku bantuan beras dan minyak goreng sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur dalam beberapa waktu ke depan. Meskipun harus mengantre cukup lama, warga tetap tertib mengikuti arahan petugas demi kelancaran pembagian bantuan. Acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi momen hari besar keagamaan. Pembagian sembako ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga dan memastikan mereka dapat merayakan Idul Adha dengan lebih baik.

Antrean panjang yang terjadi menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan bantuan pangan ini. Keberhasilan distribusi bantuan sembako ini juga tidak lepas dari peran serta aparat desa dan relawan yang sigap mengatur jalannya pembagian agar tetap lancar dan tertib. Fenomena antrean ini juga menjadi cerminan kondisi ekonomi yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat di Bekasi, di mana bantuan semacam ini sangat dinantikan dan dihargai. Diharapkan program serupa dapat terus digalakkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di masa mendatang. Pelaksanaan kegiatan ini juga mengedepankan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran penyakit.











