
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp396,2 miliar kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mencatat laba bersih yang impresif sebesar Rp792,36 miliar sepanjang tahun buku 2025. Angka dividen per saham mencapai Rp11,85, yang menandai peningkatan signifikan sekitar 61 persen dibandingkan dengan tahun buku sebelumnya. Kenaikan dividen ini sejalan dengan pertumbuhan laba bersih perusahaan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang melonjak 45 persen dari Rp546,41 miliar pada 2024 menjadi Rp792,36 miliar pada 2025.
Pertumbuhan laba yang solid ini didukung oleh peningkatan pendapatan bersih yang berhasil dibukukan Alfamidi. Pendapatan bersih perusahaan pada 2025 mencapai Rp20,64 triliun, naik 3,79 persen dibandingkan dengan Rp19,89 triliun pada tahun sebelumnya. Direktur PT Midi Utama Indonesia Tbk, Suantopo Po, menyampaikan dalam acara public expose di Tangerang pada Kamis, 4 Juni 2026, bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui pembagian dividen tunai tersebut.
"Dividen yang akan dibagikan sebesar Rp396,2 miliar atau setara Rp11,85 per saham. Nilai ini naik sekitar 61 persen dibandingkan dividen tahun buku 2024," ujar Suantopo. Lebih lanjut, Alfamidi juga memutuskan untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen dari 45 persen menjadi 50 persen dari laba bersih. Jadwal pembayaran dividen tunai ini direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2026, memberikan imbal hasil yang menarik bagi para investor.
Di sisi operasional, Alfamidi terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanannya. Hingga akhir 2025, perusahaan berhasil mengoperasikan sebanyak 2.587 gerai di seluruh Indonesia. Jaringan gerai ini terdiri dari 2.503 gerai Alfamidi, 80 gerai Alfamidi Super, dan empat gerai Midi Fresh. Ekspansi ini didukung oleh lebih dari 30 ribu karyawan yang berdedikasi untuk melayani pelanggan. Program loyalitas Alfamidi juga menunjukkan antusiasme yang tinggi, dengan total 7,02 juta pelanggan terdaftar hingga akhir 2025. Kontribusi dari anggota program loyalitas ini terhadap total penjualan Alfamidi mencapai 49,8 persen, menunjukkan efektivitas strategi retensi pelanggan perusahaan.
Menyongsong tahun 2026, Alfamidi memiliki target ambisius untuk membuka 200 gerai baru. Rencana ekspansi ini bertujuan untuk semakin memperluas jangkauan layanan dan secara signifikan mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan di masa mendatang. Untuk mewujudkan target pembukaan gerai baru ini, Alfamidi mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp1,5 triliun. Manajemen perusahaan optimis terhadap prospek industri ritel di Indonesia, yang dinilai masih sangat terbuka lebar. Hal ini didorong oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk konsumsi sehari-hari, yang menjadi tulang punggung permintaan di sektor ritel. Dengan strategi ekspansi yang matang dan fundamental bisnis yang kuat, Alfamidi berupaya untuk terus menjadi pemain utama dalam industri ritel tanah air.











