
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan duka cita mendalam atas insiden tragis yang melibatkan tabrakan antara Kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa memilukan ini merenggut nyawa 16 orang, sementara 45 lainnya masih menjalani perawatan intensif dan 45 orang lainnya telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Menyikapi tragedi ini, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, dan Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, secara langsung mendatangi rumah duka para korban pada Rabu, 28 April 2026. Kunjungan pertama dilakukan di kediaman almarhumah Nurlaela di Cikarang Timur, di mana rombongan menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Selanjutnya, takziah dilanjutkan ke dua rumah duka lainnya di wilayah Tambun, yaitu kediaman almarhumah Arinjani Novita Sari dan almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna.
Tidak hanya jajaran pimpinan, seluruh direksi KAI juga telah menyebar untuk mengunjungi rumah duka para korban di berbagai lokasi. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati mendalam dan tanggung jawab perusahaan terhadap keluarga yang berduka. Dalam kesempatan tersebut, KAI juga menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian dan bantuan awal. Bobby Rasyidin secara pribadi menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. "Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas kejadian ini. Kami hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa serta memastikan keluarga mendapatkan pendampingan," ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
KAI menegaskan bahwa pihaknya tengah bekerja keras melakukan investigasi menyeluruh bersama pihak-pihak terkait untuk mengungkap penyebab pasti dari kecelakaan ini. Hasil investigasi ini akan menjadi landasan penting untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap seluruh aspek keselamatan operasional kereta api. "Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga," tegas Bobby.
Keluarga korban juga menyuarakan harapan agar penyebab kejadian dapat segera terungkap. Hary Marwata, ayah dari almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, menuturkan bahwa putrinya adalah pengguna setia KRL dalam rutinitas sehari-harinya. "Setiap hari anak saya menggunakan KRL dari Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami berharap proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kejadian ini dapat segera diketahui," ungkapnya dengan nada sedih.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, KAI Group telah memberikan santunan kepada para korban. Korban yang meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp 35 juta, sementara korban luka mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta. KAI juga memastikan bahwa seluruh barang-barang milik korban yang berhasil ditemukan akan dikelola dengan baik dan dikembalikan kepada keluarga melalui posko yang telah disiapkan. Posko informasi dan layanan didirikan di Stasiun Bekasi Timur untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk mendukung kebutuhan pelanggan lain yang terdampak.
Bersamaan dengan penanganan di lokasi kejadian, KAI telah memastikan jalur di wilayah Bekasi Timur telah melalui proses evakuasi dan pembersihan. Pemeriksaan mendalam dilakukan sebelum operasional kembali dijalankan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan dengan aman dan terkendali. Mulai pukul 14.00 WIB, Stasiun Bekasi Timur telah kembali melayani penumpang, dan perjalanan KRL lintas Bekasi-Cikarang beroperasi normal secara bertahap, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian dalam setiap pemulihan operasional. "Seluruh tahapan telah melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba. KAI berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan penanganan dan mendampingi keluarga korban melewati masa sulit ini. "Perusahaan juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian keluarga korban serta para pelanggan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung," tutup Anne.











