Yacht Mewah Alexey Mordashov Lolos dari Blokade Ketat Selat Hormuz

Budi Santoso

Yacht Mewah Alexey Mordashov Lolos dari Blokade Ketat Selat Hormuz

Kapal pesiar supermewah Nord, yang dimiliki oleh miliarder asal Rusia, Alexey Mordashov, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan di tengah ketegangan geopolitik yang memanas. Keberhasilan kapal senilai lebih dari US$ 500 juta ini memicu sorotan internasional, mengingat jalur perairan tersebut saat ini menjadi salah satu zona paling berbahaya di dunia. Berdasarkan data pelacakan kapal dari MarineTraffic, Nord bertolak dari marina di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Jumat sore dan berhasil mencapai pelabuhan Muscat, Oman, pada Minggu pagi setelah melewati titik sempit yang dijaga ketat oleh militer Iran.

Kapal sepanjang 142 meter ini merupakan salah satu yacht terbesar dan tercanggih di dunia, dilengkapi dengan dua landasan helikopter, kolam renang besar, dan fasilitas mewah lainnya. Secara administratif, kepemilikan Nord telah menjadi subjek pengawasan ketat sejak tahun 2022. Meskipun Mordashov dikenal sebagai pemilik aslinya, catatan pelayaran menunjukkan bahwa kapal ini didaftarkan atas nama perusahaan Rusia yang dikendalikan oleh istrinya sebagai upaya untuk menghindari penyitaan akibat sanksi Barat. Mordashov sendiri merupakan ketua perusahaan baja Severstal dan dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Presiden Vladimir Putin.

Keberhasilan Nord melintasi Selat Hormuz terjadi di tengah situasi perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang meletus sejak Februari 2026. Iran telah menerapkan pembatasan navigasi yang sangat ekstrem di selat tersebut, yang merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dunia. Sebelum konflik pecah, rata-rata 125 hingga 140 kapal melintasi selat ini setiap hari, namun angka tersebut kini anjlok drastis. Hanya segelintir kapal dagang dengan izin khusus yang diperbolehkan lewat, sementara kapal-kapal dari negara yang dianggap musuh oleh Teheran dilarang keras melintas.

Baca Juga :  Prabowo Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki 1.800 Perlintasan Sebidang

Situasi semakin rumit setelah Amerika Serikat membalas tindakan Iran dengan memberlakukan blokade total terhadap pelabuhan-pelabuhan utama di Iran pada April ini. Langkah ini bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi Iran, namun juga berdampak pada semakin minimnya kapal yang berani beroperasi di kawasan tersebut. Kehadiran Nord yang melenggang bebas di tengah blokade ganda ini menimbulkan spekulasi mengenai adanya koordinasi diplomatik tingkat tinggi antara Moskow dan Teheran. Hubungan strategis Rusia-Iran yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir diduga menjadi "paspor" bagi aset-aset Rusia untuk melewati zona konflik tanpa hambatan militer. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai keberadaan Mordashov di dalam kapal tersebut saat pelayaran berlangsung.

Also Read

Tinggalkan komentar