IHSG Sesi I Turun ke 7.095, Asing Ramai-ramai Lepas Saham Big Caps

Budi Santoso

IHSG Sesi I Turun ke 7.095, Asing Ramai-ramai Lepas Saham Big Caps

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada penutupan perdagangan sesi I hari Selasa, 28 April 2026, dengan mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,15 persen atau berada di level 7.095,58. Meskipun sempat menunjukkan optimisme di awal pembukaan dengan merangkak naik hingga menyentuh level tertinggi di 7.151,50, laju indeks gagal mempertahankan momentum positifnya dan akhirnya tergelincir ke zona merah. Pelemahannya indeks ini sejalan dengan meningkatnya intensitas aksi jual yang dilakukan oleh investor, terutama pemodal asing yang mulai menarik dana mereka dari pasar modal dalam negeri.

Berdasarkan data perdagangan dari platform Stockbit, total nilai transaksi di seluruh pasar pada paruh pertama hari ini mencapai angka yang cukup besar yakni Rp 3,47 triliun. Dari total transaksi tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) dengan nilai akumulasi mencapai Rp 922,12 miliar. Tekanan jual yang masif ini menjadi faktor utama yang menahan laju penguatan IHSG, mengingat saham-saham yang dilepas merupakan penggerak utama indeks (market movers).

Sektor perbankan kelas kakap menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh investor mancanegara. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menduduki posisi puncak sebagai saham yang paling banyak dilego asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp 202,38 miliar hingga penutupan sesi I. Tidak ketinggalan, saham blue chip lainnya yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut mencatatkan net sell sebesar Rp 141,20 miliar. Tren serupa juga dialami oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang dilepas asing senilai Rp 114,99 miliar.

Baca Juga :  4 Caketum BPP HIPMI Resmi Dapat Nomor Urut, Siap Tarung di Munas XVIII

Selain sektor keuangan, aksi ambil untung juga merambah ke sektor pertambangan dan telekomunikasi. Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan penjualan bersih asing sebesar Rp 39,97 miliar, sementara raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tertekan dengan nilai jual Rp 38,29 miliar. Saham-saham milik konglomerat besar pun tidak luput dari tren negatif ini. Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), mencatat net foreign sell Rp 33,32 miliar, disusul oleh emiten Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dengan aksi jual sebesar Rp 25,27 miliar.

Analis menilai bahwa pelemahan IHSG di tengah sesi ini mencerminkan sikap kehati-hatian investor dalam merespons dinamika ekonomi global. Kegagalan indeks bertahan di level psikologis 7.100 menunjukkan adanya resistensi kuat yang memicu aksi profit taking jangka pendek. Selain itu, sentimen terhadap nilai tukar rupiah dan ekspektasi kebijakan moneter global turut memengaruhi keputusan investor asing untuk menyeimbangkan portofolio mereka, yang berdampak pada koreksi harga saham-saham berkapitalisasi pasar besar di bursa domestik.

Also Read

Tinggalkan komentar