
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Langkah strategis ini menandai pergeseran peran Hanif yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sejak pembentukan kabinet pada Oktober 2024. Dalam posisi barunya, Hanif akan mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas utama pemerintah.
Hanif Faisol Nurofiq bukanlah sosok baru dalam jajaran birokrasi Indonesia. Sebelum menduduki kursi menteri, ia merupakan pejabat karier yang memiliki spesialisasi mendalam di sektor kehutanan dan tata lingkungan. Di era Presiden ke-7 Joko Widodo, Hanif dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Keahliannya dalam merencanakan tata ruang dan penggunaan lahan menjadi modal penting dalam mengelola koordinasi kebijakan pangan yang sering bersinggungan dengan isu konversi lahan.
Rekam jejak Hanif dimulai dari tingkat dasar sebagai Staf Data di Kalimantan Selatan pada tahun 1993. Kariernya terus menanjak saat ia diangkat menjadi Kepala Resor Pemangkuan Hutan di Pulau Laut Utara pada 1995. Dedikasinya di lapangan berlanjut sebagai Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Sungai Kupang pada 1997, hingga menjabat Kepala BKPH di Batulicin pada 1999. Pengalaman teritorialnya di Kalimantan Selatan diperkuat saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan pada 2016, di mana ia dikenal inovatif dalam program penghijauan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
Penunjukan Hanif sebagai Wamenko Pangan diharapkan mampu membawa perspektif keberlanjutan lingkungan ke dalam kebijakan produksi pangan massal. Sebagai doktor di bidang ilmu kehutanan, ia memiliki pemahaman komprehensif mengenai keseimbangan ekosistem. Hal ini krusial dalam mendukung Zulkifli Hasan mengawal program-program besar seperti optimalisasi lahan rawa dan pengembangan lumbung pangan nasional tanpa mengabaikan aspek kelestarian alam.
Transisi Hanif dari Menteri Lingkungan Hidup menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan menunjukkan dinamika kabinet yang fokus pada sinergi lintas sektor. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di birokrasi, Hanif memegang peran kunci dalam memastikan koordinasi teknis antar kementerian di bawah naungan Kemenko Pangan berjalan efektif. Publik kini menantikan langkah nyata Hanif dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia di masa depan.











