Kisah Srikandi Logistik Lion Parcel: Gigih Menembus Batas dan Stigma

Budi Santoso

Kisah Srikandi Logistik Lion Parcel: Gigih Menembus Batas dan Stigma

Semangat emansipasi yang diperjuangkan oleh Kartini tidak pernah padam, justru semakin berkobar di berbagai sektor pekerjaan yang dulunya didominasi oleh kaum adam. Salah satu potret nyata perjuangan ini hadir di industri logistik, di mana para perempuan tangguh kini berdiri di garda terdepan sebagai kurir pengantar paket. Putri adalah salah satu sosok yang membuktikan bahwa ketangguhan tidak mengenal gender. Setiap hari, ia memanggul tas besar berisi puluhan paket, menyusuri jalanan protokol hingga masuk ke gang-gang sempit yang sulit dijangkau, menghadapi cuaca yang tidak menentu demi memastikan amanah pelanggan sampai tepat pada waktunya.

Keputusan Putri untuk terjun menjadi kurir di Lion Parcel sejak tahun lalu bukanlah tanpa alasan emosional. Ia memilih melanjutkan dedikasi sang ibu yang telah mengabdi sebagai kurir di perusahaan yang sama selama lebih dari lima tahun. Pengalaman mendampingi ibunya bekerja di masa lalu memberikan bekal mental yang kuat bagi Putri ketika kondisi kesehatan sang ibu mulai menurun. Baginya, profesi ini adalah pilihan hidup yang dijalani dengan penuh keyakinan dan rasa bangga. Namun, tantangan yang dihadapi di lapangan bukan sekadar kemacetan atau hujan deras. Sebagai kurir perempuan, ia sering menerima respons beragam, mulai dari rasa terkejut pelanggan hingga pertanyaan yang meragukan kemampuannya. Bahkan, tantangan moral seperti godaan verbal yang kurang nyaman seringkali menghampiri, namun Putri tetap teguh pada profesionalismenya.

Baca Juga :  OJK Beri Relaksasi Pelaporan PSAK 117 dan SLIK Industri Asuransi

Pengalaman serupa juga dialami oleh Nuraini, seorang ibu dari tiga anak yang harus pintar membagi waktu antara kewajiban rumah tangga dan tanggung jawab pekerjaan. Baginya, fleksibilitas waktu di Lion Parcel adalah berkah yang memungkinkannya tetap mengurus anak-anak sembari mencari nafkah. Meski terkadang menghadapi perilaku pelanggan yang kurang sopan, Nuraini memilih untuk tetap fokus pada tujuan kerjanya. Di sisi lain, Tiara sempat menghadapi tembok keraguan dari lingkungan keluarganya sendiri. Pandangan kolot bahwa kurir adalah pekerjaan fisik khusus laki-laki sempat membuatnya diminta mencari pekerjaan lain. Namun, melalui pembuktian kinerja dan rasa nyamannya, kini keluarga Tiara justru menjadi sistem pendukung utama dalam kariernya.

Keberanian para perempuan ini didukung penuh oleh ekosistem kerja di Lion Parcel yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas. Perusahaan tidak hanya memberikan pelatihan teknis mengenai alur kerja dan standar operasional, tetapi juga rutin mengadakan forum silaturahmi untuk mendengarkan aspirasi para kurir. Saat ini, lebih dari 25% karyawan Lion Parcel adalah perempuan, di mana beberapa di antaranya bahkan telah menempati posisi strategis di tingkat manajerial. Hal ini membuktikan bahwa peran perempuan di industri logistik sangat signifikan, tidak hanya terbatas pada operasional lapangan, tetapi juga hingga ke level pengambilan keputusan. Melalui dukungan lingkungan yang suportif, para srikandi logistik ini terus melangkah maju, mematahkan stigma, dan membuktikan bahwa perempuan mampu bersinar di bidang apa pun.

Baca Juga :  Investasi Manufaktur Kuartal I 2026 Capai Rp 418,62 T, Serap 219 Ribu Pekerja

Also Read

Tinggalkan komentar