PLN Percepat Proyek Listrik Tenaga Sampah di Bogor, Bali, dan Bekasi

Budi Santoso

PLN Percepat Proyek Listrik Tenaga Sampah di Bogor, Bali, dan Bekasi

PT PLN (Persero) secara resmi memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui sinergi strategis dengan pemerintah daerah dan mitra swasta. Langkah transformatif ini difokuskan pada tiga wilayah krusial, yakni kawasan Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi, guna mengatasi persoalan darurat sampah nasional yang kian mendesak. Melalui kolaborasi ini, PLN berupaya mengintegrasikan solusi lingkungan dengan ketahanan energi nasional yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Komitmen besar ini dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Daerah Bali dan Bogor dengan PT Zhejiang Weiming, serta Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environmental Nusantara. Prosesi bersejarah ini disaksikan langsung oleh jajaran menteri kabinet, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Jakarta pada Selasa (21/4/2026). Kehadiran para petinggi negara ini menegaskan bahwa proyek PSEL merupakan prioritas nasional dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan penekanan khusus bahwa Indonesia saat ini telah masuk dalam kategori darurat sampah. Oleh karena itu, ketersediaan pasokan bahan baku sampah harus terjamin agar operasional fasilitas PSEL tidak terkendala di masa depan. Pemerintah mendorong skema kolaborasi aglomerasi antarwilayah untuk memastikan volume sampah mencukupi kebutuhan mesin pembangkit, sehingga target pengurangan sampah di perkotaan dapat tercapai secara optimal.

Baca Juga :  Talenta Digital Jadi Penggerak Ekonomi RI dengan Kontribusi Triliunan

Sebagai pilar utama dalam ekosistem ini, PLN berperan sebagai offtaker atau pembeli listrik yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah tersebut. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan titik interkoneksi terdekat untuk mempercepat proses penyambungan daya ke jaringan nasional. Selain itu, PLN melakukan akselerasi pada pembahasan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) untuk memangkas birokrasi dan waktu persiapan yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan menjadi jauh lebih efisien.

Kehadiran PLN sebagai pembeli siaga memberikan kepastian bisnis bagi para investor dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP). Dengan adanya jaminan penyerapan listrik, proyek PSEL menjadi lebih bankabel dan menarik bagi lembaga pembiayaan internasional. Secara jangka panjang, proyek ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas metana dari tempat pembuangan akhir (TPA) serta menyediakan sumber energi domestik yang bersih bagi masyarakat sekitar. PLN memastikan bahwa seluruh listrik yang diproduksi akan terserap secara efektif ke dalam sistem kelistrikan nasional demi mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan mandiri energi.

Also Read

Tinggalkan komentar