
PT Pertamina Patra Niaga, selaku Subholding Downstream dari PT Pertamina (Persero), terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia yang memiliki tantangan geografis unik. Melalui integrasi logistik laut yang solid, perusahaan memastikan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tersalurkan secara merata dan berkelanjutan hingga ke pelosok negeri. Salah satu pilar utama dalam strategi distribusi ini adalah Terminal BBM Wayame yang berlokasi di Ambon, Maluku. Fasilitas ini memegang peranan krusial sebagai hub atau pusat distribusi energi utama yang melayani kebutuhan masyarakat di seluruh Kepulauan Maluku dan wilayah sekitarnya.
Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menuntut adanya sistem logistik yang sangat tangguh dan adaptif. Oleh karena itu, jalur laut menjadi tulang punggung atau backbone utama dalam pengiriman energi di kawasan ini. Untuk mendukung operasional di Terminal Wayame, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan berbagai jenis armada tanker yang dikelola secara profesional. Beberapa kapal yang dikerahkan secara rutin antara lain adalah PIS Cepu, Matindok, Merauke, Krasak, Klawotong, dan Katomas. Armada ini terdiri dari kategori Medium Range (MR) Tanker dan General Purpose (GP) Tanker yang memiliki spesifikasi khusus untuk perairan Indonesia.
Kapasitas kapal-kapal tersebut bervariasi mulai dari 17.500 DWT hingga mencapai 50.000 DWT (Deadweight Tonnage). Penggunaan kapal dengan kapasitas besar seperti tipe Medium Range memungkinkan pengangkutan BBM dalam volume masif dalam satu kali perjalanan, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi distribusi dan efektivitas biaya logistik. Di sisi lain, keberadaan kapal dengan ukuran yang lebih fleksibel seperti General Purpose memastikan bahwa pasokan energi tetap bisa menjangkau pelabuhan-pelabuhan kecil dengan kedalaman perairan yang terbatas. Strategi ini sangat vital untuk menjamin akses energi yang adil bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menekankan bahwa optimalisasi armada laut adalah kunci utama untuk menjawab tantangan disparitas energi di Indonesia Timur. Ia menjelaskan bahwa kesiapan operasional armada dan keandalan infrastruktur di Terminal Wayame merupakan prioritas utama perusahaan guna menghindari kekosongan stok. Dengan sistem pemantauan yang terintegrasi, setiap potensi hambatan dalam jalur distribusi dapat dideteksi dan dimitigasi secara cepat.
Selain fokus pada kelancaran pasokan, Pertamina Patra Niaga juga tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja (HSSE) dan perlindungan lingkungan laut dalam setiap operasional pengirimannya. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia melalui penyediaan energi yang stabil. Dengan penguatan jalur laut ini, distribusi energi diharapkan tidak lagi menjadi kendala bagi pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.











