
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai tren penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah melemah 19,15% dalam sebulan terakhir dan 33,60% sejak awal tahun. Data perdagangan RTI Business menunjukkan IHSG ditutup melemah 3,48% ke level 5.734,25 pada sesi I hari ini, bahkan sempat menyentuh titik terendah 5.644,23 atau turun lebih dari 5%.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan intervensi khusus terhadap pelemahan IHSG. Ia menekankan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap dalam keadaan baik dan diprediksi akan terus membaik, yang seharusnya menjadi landasan penilaian harga saham. "Kalau dari saya sih enggak ada (tidak ada intervensi). Yang penting saya jelaskan bahwa kondisi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus. Itu harusnya menjadi landasan ke penilaian harga saham," ujar Purbaya di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Sebagai bukti stabilitas ekonomi, Purbaya mencontohkan kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 13% lebih dan pertumbuhan profitabilitas yang serupa. "Kalau Anda lihat, kemarin BRI mengumumkan pertumbuhan kreditnya 13% lebih. Pertumbuhan profitabilitasnya juga 13% lebih, berapa triliun juga ya. Jadi, memang ada perbaikan di sana," jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya meyakinkan bahwa pelemahan IHSG bukanlah cerminan dari fundamental ekonomi Indonesia yang buruk. Ia berpendapat bahwa tekanan terhadap IHSG lebih banyak dipicu oleh isu-isu negatif yang beredar di masyarakat dan pasar. Salah satu isu yang disorot adalah rumor mengenai lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) yang dikabarkan akan menurunkan peringkat kredit Indonesia.
"Karena banyak isu-isu negatif, cuma kita sendiri yang jatuh sama China kalau nggak salah. Jadi, saya pikir banyak rumor di dalam negeri. Yang pasti ketika S&P datang ke sini ada rumor S&P akan men-downgrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," ungkap Purbaya, Rabu (3/6/2026).
Purbaya berharap agar pelaku pasar tidak mudah terpengaruh oleh rumor yang beredar dan lebih fokus pada data fundamental ekonomi yang positif. Ia optimis bahwa dengan fundamental ekonomi yang kuat, IHSG akan mampu bangkit dan kembali ke jalur penguatan. Situasi ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif dari pemerintah untuk menepis narasi negatif dan membangun kepercayaan pasar.
Pelemahan IHSG yang terjadi memang cukup signifikan dan menjadi perhatian banyak pihak. Namun, pernyataan Menkeu Purbaya ini memberikan gambaran bahwa pemerintah tetap tenang dan memiliki keyakinan pada prospek ekonomi Indonesia. Penjelasan mengenai kinerja positif dari salah satu bank BUMN terbesar, BRI, menjadi bukti konkret bahwa sektor riil masih menunjukkan performa yang baik.
Penting bagi investor untuk melakukan analisis mendalam dan tidak terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan sentimen pasar semata. Memahami faktor-faktor fundamental, baik di tingkat domestik maupun global, akan membantu dalam menghadapi volatilitas pasar saham. Pemerintah sendiri berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, yang pada akhirnya akan tercermin pada kinerja pasar modal.
Meskipun ada tantangan dan isu-isu negatif yang beredar, fokus pada data ekonomi yang kuat dan upaya komunikasi yang transparan diharapkan dapat memulihkan kepercayaan investor. Periode pelemahan ini bisa menjadi peluang bagi investor yang memiliki pandangan jangka panjang untuk mengakumulasi saham-saham berkualitas dengan valuasi yang menarik. Namun, kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam setiap keputusan investasi.











