MIND ID Perkuat Hilirisasi Emas, Tingkatkan Kedaulatan Ekonomi

Budi Santoso

MIND ID Perkuat Hilirisasi Emas, Tingkatkan Kedaulatan Ekonomi

MIND ID, holding industri pertambangan Indonesia, mengambil langkah strategis dengan membangun pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik, Jawa Timur. Inisiatif ini dinilai krusial dalam memperkuat agenda hilirisasi mineral nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan menopang kedaulatan ekonomi Indonesia. Peneliti senior Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menyoroti pentingnya kebijakan hilirisasi mineral sebagai strategi jangka panjang bagi bangsa. Selama puluhan tahun, Indonesia cenderung mengekspor bahan mentah untuk mendapatkan pemasukan cepat. Namun, MIND ID kini berupaya mengubah pola pikir ini melalui hilirisasi, agar kekayaan sumber daya alam tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kemandirian ekonomi bangsa.

Bawono Kumoro menekankan bahwa perubahan pendekatan ini sangat penting. "Mindset itu sekarang beberapa tahun terakhir diubah dengan melakukan hilirisasi. Jadi mineral tambang yang kita miliki tidak serta-merta diekspor dalam bentuk bahan mentah," ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program hilirisasi emas ini dapat mencontoh kesuksesan yang telah dicapai pada komoditas nikel. Pengolahan nikel di dalam negeri telah berhasil menghasilkan produk bernilai tambah tinggi seperti baterai kendaraan listrik, yang secara signifikan mendukung industri kendaraan listrik nasional. "Misalnya nikel yang dihilirisasi menjadi baterai kendaraan listrik. Program hilirisasi menghasilkan added value atau nilai tambah bagi bangsa ini," pungkasnya.

Baca Juga :  Bahlil Pastikan Cadangan BBM Aman dan Cari Solusi Impor LPG Nasional

Sejalan dengan upaya hilirisasi ini, MIND ID secara aktif memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional. Pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik, yang dikelola melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), merupakan bukti nyata dari komitmen tersebut. Fasilitas baru ini memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton emas per tahun, melengkapi pabrik manufaktur emas logam mulia ANTAM yang sudah ada di Pulogadung, Jakarta, dengan kapasitas produksi 40 ton per tahun.

Rantai pasok emas yang terintegrasi menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Pasokan emas batangan akan bersumber dari tambang emas ANTAM di Jawa Barat yang menghasilkan sekitar 1 ton per tahun, serta dari Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan dengan kapasitas sekitar 50 hingga 60 ton per tahun. Dengan dukungan rantai pasok yang kuat ini, MIND ID menargetkan penguatan ekosistem bullion nasional. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan emas logam mulia dalam negeri yang diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas.

Pembangunan pabrik manufaktur emas di Gresik tidak hanya sekadar menambah kapasitas produksi, tetapi juga merupakan bagian integral dari strategi MIND ID untuk memperpanjang rantai nilai industri pertambangan nasional hingga ke produk akhir yang dibutuhkan oleh masyarakat. Langkah ini dinilai sangat penting, mengingat Indonesia memiliki sumber daya mineral yang melimpah dan kini telah didukung oleh fasilitas pengolahan berstandar internasional di dalam negeri.

Baca Juga :  Innovillage 2026: 10.664 Talenta Ciptakan Ratusan Inovasi Sosial Teknologi

Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, MIND ID berharap nilai tambah ekonomi dari sumber daya emas nasional dapat dinikmati secara optimal di dalam negeri. Hal ini tidak hanya akan memperkuat kedaulatan industri nasional, tetapi juga secara signifikan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Dengan demikian, hilirisasi emas yang dilakukan oleh MIND ID menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan memaksimalkan potensi kekayaan alam Indonesia untuk sebesar-besarnya kemakmuran bangsa.

Also Read

Tinggalkan komentar