
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) ini bertujuan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan mendukung percepatan penyediaan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Kunjungan pada Jumat (29/5/2026) ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam pemerataan pendidikan.
Dalam peninjauannya, Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pekerja yang terlibat. "Terima kasih atas kerja kerasnya dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Remboken Minahasa. Tetap semangat, jaga keselamatan, maju pendidikan kita," ujar Prasetyo, seperti dikutip dari siaran pers Brantas Abipraya pada Selasa (2/6/2026). Pernyataan ini menegaskan pentingnya semangat dan keselamatan dalam setiap proyek pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan masa depan generasi muda.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah yang dirancang untuk memperluas jangkauan pendidikan yang inklusif dan bermutu. Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak pintu kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sekaligus menjadi katalisator dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan demikian, pembangunan ini tidak hanya sekadar mendirikan bangunan, tetapi juga berinvestasi pada masa depan bangsa.
Sekolah Rakyat di Minahasa ini dikonsep sebagai kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama, yang mencakup jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kawasan ini dirancang secara komprehensif dengan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti rumah susun untuk para guru, masjid sebagai pusat spiritual, gedung serbaguna untuk kegiatan bersama, kantin yang menyediakan kebutuhan pangan, serta fasilitas olahraga untuk menunjang aktivitas fisik para siswa. Kelengkapan fasilitas ini menunjukkan perhatian penuh terhadap kebutuhan holistik para penghuni kawasan pendidikan.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan bahwa dalam setiap tahapan pembangunan, perusahaan sangat menekankan aspek kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, dan yang terpenting adalah keselamatan kerja. "Pembangunan Sekolah Rakyat ini kami pastikan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan aspek keselamatan kerja," tegas Dian. Komitmen ini menunjukkan bahwa Brantas Abipraya tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap proyeknya.
Lebih lanjut, Dian Sovana menambahkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan bagian integral dari kontribusi perusahaan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. Ia menekankan peran krusial infrastruktur pendidikan dalam membentuk dan menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif di kancah global di masa mendatang. Investasi pada infrastruktur pendidikan dinilai sebagai fondasi penting untuk mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Kehadiran Sekolah Rakyat ini juga menjadi cerminan nyata dari sinergi positif antara pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kolaborasi ini sangat penting dalam upaya memperluas pemerataan akses pendidikan ke berbagai penjuru daerah di Indonesia, memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas, tanpa terkendala geografis atau sosial.
"Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Minahasa, Brantas Abipraya tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga turut mengambil bagian dalam menyiapkan ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia," pungkas Dian. Pernyataan ini menutup dengan semangat bahwa proyek ini lebih dari sekadar konstruksi; ini adalah tentang menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan generasi penerus bangsa, memberikan mereka bekal terbaik untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.











