Hutama Karya Percepat Pulihkan Air Bersih Pasca-Bencana Sumbar

Budi Santoso

Hutama Karya Percepat Pulihkan Air Bersih Pasca-Bencana Sumbar

PT Hutama Karya (Persero) secara proaktif mempercepat penanganan tanggap darurat dan rehabilitasi infrastruktur air bersih di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir bandang di Sumatera Barat, yang terjadi pada November 2025. Fokus utama kegiatan ini adalah pemulihan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat dapat kembali menikmati layanan air bersih yang vital bagi kehidupan sehari-hari.

Hamdani, Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menegaskan bahwa proyek ini merupakan manifestasi komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. "Penanganan SPAM Pascabencana di Sumatera Barat ini menjadi salah satu prioritas utama kami demi mengembalikan hak masyarakat atas akses air bersih yang sempat terputus akibat banjir bandang," ujar Hamdani. Ia menambahkan bahwa melalui penanganan tanggap darurat yang cepat di titik-titik kritis seperti Palukahan dan Guo Kuranji, perusahaan berhasil mempercepat normalisasi air bersih bagi puluhan ribu sambungan rumah dan area Huntara (hunian sementara).

Tantangan signifikan dalam pelaksanaan proyek ini meliputi kelogistikan medan yang sulit dan keterbatasan keahlian di lapangan. Namun, tantangan tersebut berhasil dimitigasi melalui penempatan tim teknis yang mobile serta pelibatan aktif pekerja lokal. Hutama Karya berharap infrastruktur yang dibangun secara optimal ini nantinya dapat dirawat dan dioperasikan bersama oleh warga serta PDAM dengan baik agar berdaya guna dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Prabowo Sindir Birokrat Nakal: Perizinan Rumit Demi Korupsi

Program pemulihan ini dijalankan melalui kombinasi skema swakelola dan kemitraan dengan pelaku lokal. Bencana banjir bandang telah menyebabkan kerusakan serius pada jaringan perpipaan utama, bangunan pendukung milik PDAM, hingga fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), yang berakibat pada terganggunya distribusi air bersih di berbagai wilayah. Kerusakan spesifik tercatat pada enam SPAM PDAM dan delapan SPAM perdesaan di Kabupaten Agam; enam SPAM PDAM dan dua SPAM perdesaan di Kabupaten Pesisir Selatan; serta enam SPAM PDAM, satu SPAM Universitas Andalas, dan lima titik sumur bor di Kota Padang.

Beberapa titik dikategorikan kritis dan membutuhkan penanganan segera, termasuk SPAM Palukahan di Kota Padang, di mana pipa transmisi berdiameter 400 milimeter sepanjang satu kilometer mengalami kerusakan, serta mercu bendung SPAM Guo Kuranji yang merupakan sumber pasokan air utama. Di Kabupaten Agam, selain kerusakan jaringan SPAM Batu Kambing, tim juga mendukung pembangunan jaringan perpipaan untuk enam lokasi hunian sementara, serupa dengan kebutuhan di dua lokasi huntara di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menanggapi kondisi tersebut, Hutama Karya segera mengerahkan tim tanggap darurat untuk melakukan penanganan secara simultan. Pekerjaan di tingkat kabupaten dilakukan melalui dukungan subkontraktor lokal, sementara di Kota Padang dikerjakan secara swakelola. Di lokasi kritis Guo Kuranji, tim membangun mercu sementara menggunakan material geotekstil berlapis dan proteksi batu besar untuk memastikan pasokan air tetap mengalir. Di SPAM Batu Kambing, tim berhasil menemukan dan memasang kembali pipa-pipa yang hanyut terbawa banjir.

Baca Juga :  PTDI Rombak Direksi dan Komisaris, Kinerja 2025 Melonjak

Proses pemulihan menghadapi tantangan logistik, termasuk pengangkutan material secara manual ke lokasi terpencil. Untuk mengatasi keterbatasan tenaga terampil, Hutama Karya mendatangkan pekerja berpengalaman untuk transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal. Perusahaan juga menerapkan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak lingkungan, termasuk pembersihan area kerja setiap hari dan penutupan kembali jalur pipa setelah pengecekan selesai.

Upaya percepatan ini telah menunjukkan hasil positif. Sebanyak 399 kepala keluarga di delapan lokasi huntara telah kembali mendapatkan akses air bersih. Selain itu, pemulihan jaringan transmisi Palukahan dan distribusi Balai Gadang berhasil menormalkan pasokan air bagi 21.082 sambungan rumah dalam waktu kurang dari 30 hari. Penanganan darurat di SPAM Guo Kuranji juga berhasil menjaga pasokan air bagi sekitar 6.312 pelanggan aktif.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat, PDAM setempat, serta masyarakat sekitar. Sebanyak 65 persen tenaga kerja yang terlibat, atau sekitar 83 orang, berasal dari masyarakat lokal. Seluruh pekerjaan rehabilitasi dan pemulihan darurat ini ditargetkan selesai pada 22 Desember 2026, dengan harapan infrastruktur yang dibangun mampu memberikan layanan air bersih yang lebih andal dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Also Read

Tinggalkan komentar