
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengumumkan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan segera melengkapi timnya dengan mengumumkan beberapa nama baru pada pekan depan. Saat ini, baru Luke Thomas Mahony yang menjabat sebagai Direktur Utama DSI. Dony menyatakan bahwa proses seleksi nama-nama calon anggota tim ini dilakukan secara ketat untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas operasional perusahaan di mata masyarakat Indonesia. Selain pengembangan sumber daya manusia, DSI juga sedang fokus pada pengembangan sistem teknologi yang akan menunjang operasionalnya. Harapan besar disematkan pada DSI untuk dapat mengelola sumber daya alam Indonesia secara maksimal demi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi negara.
Sebagai informasi tambahan, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan menjadi satu-satunya pintu untuk ekspor sumber daya alam (SDA) strategis seperti batu bara, kelapa sawit, dan paduan besi (ferroalloy). Kebijakan ini akan mulai berlaku dalam masa transisi pada 1 Juni 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa selama masa transisi ini, kegiatan ekspor oleh perusahaan yang bersangkutan akan tetap berjalan seperti biasa. Namun, perusahaan ekspor diwajibkan untuk melaporkan seluruh aktivitas ekspornya melalui PT DSI. Pelaporan ini akan diakses melalui portal CEISA 4.0 yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Proses evaluasi akan terus dilakukan selama tiga bulan pertama masa transisi. Evaluasi ini menjadi dasar untuk penyesuaian dan persiapan menuju implementasi tahap berikutnya. Targetnya, ekspor SDA melalui satu pintu oleh PT DSI akan berlaku penuh paling lambat pada 1 Januari 2027. Pemberian tenggat waktu ini diharapkan memberikan ruang yang cukup bagi para pengusaha, pelaku ekspor, dan pihak-pihak terkait untuk melakukan adaptasi yang diperlukan. Kebijakan ekspor satu pintu ini dirancang untuk menjaga kepastian usaha, kelancaran arus barang, realisasi ekspor, serta memastikan bahwa kontrak-kontrak yang telah terjalin tetap dihormati, sesuai dengan kesepakatan antara eksportir dan mitra dagangnya. Pengembangan sistem teknologi yang inovatif diharapkan dapat memfasilitasi pelaporan yang efisien dan transparan, sejalan dengan amanah besar untuk pengelolaan SDA Indonesia. DSI diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam memaksimalkan nilai tambah dari sumber daya alam yang dimiliki bangsa.











