
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada Selasa (26/5) lalu telah menyetujui perubahan signifikan dalam susunan pengurus perusahaan. Perubahan ini mencakup restrukturisasi nomenklatur jabatan direksi dan pergantian anggota Dewan Komisaris, seiring dengan pencapaian kinerja positif PTDI di tahun buku 2025.
Dalam upaya memperkuat fokus dan efisiensi, beberapa jabatan direksi mengalami penyesuaian. Jabatan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan kini dipecah menjadi dua posisi yang lebih spesifik. Moh Arif Faisal akan menjabat sebagai Direktur Niaga & Pengembangan, sementara Ony Arifianto ditunjuk sebagai Direktur Teknologi & Manajemen Risiko. Selain itu, Dhias Widhiyati kini memegang posisi Direktur Keuangan & SDM, menggantikan nomenklatur sebelumnya yaitu Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan fokus pada area bisnis dan inovasi teknologi yang menjadi kunci keunggulan PTDI.
Dewan Komisaris juga mengalami penyegaran. Bagus Puruhito diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama, menggantikan posisi Bonar H Hutagaol. Sementara itu, Erwin Dimas turut dipercaya untuk mengisi kursi Komisaris. Perubahan ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dan memperkuat fungsi pengawasan serta strategis perusahaan.
Moh. Arif Faisal, Direktur Niaga & Pengembangan PTDI, menyoroti bahwa capaian kinerja tahun 2025 menjadi landasan kokoh bagi PTDI untuk memperkuat posisinya sebagai industri strategis nasional. "Kinerja tahun 2025 merupakan hasil dari penguatan kapabilitas bisnis, engineering dan produksi, serta kolaborasi strategis bersama seluruh ekosistem industri pertahanan nasional dalam Holding DEFEND ID," jelasnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (27/5/2026). Ia menambahkan, laba bersih perusahaan tercatat mengalami peningkatan luar biasa sebesar 345,97% dibandingkan realisasi tahun buku 2024.
Peningkatan kinerja yang impresif ini mencerminkan keberhasilan PTDI dalam mengoptimalkan sumber daya dan memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan. "Ke depan, PTDI akan terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional guna mendukung kemandirian pertahanan dan daya saing industri Indonesia di tingkat global," ujar Arif Faisal, menegaskan komitmen perusahaan terhadap inovasi dan penguasaan teknologi tinggi.
Susunan pengurus PTDI yang baru setelah RUPS adalah sebagai berikut:
Direksi:
- Direktur Utama: Gita Amperiawan
- Direktur Niaga & Pengembangan: Moh Arif Faisal
- Direktur Produksi: Dena Hendriana
- Direktur Keuangan & SDM: Dhias Widhiyati
- Direktur Teknologi & Manajemen Risiko: Ony Arifianto
Komisaris:
- Komisaris Utama: M Tonny Harjono
- Wakil Komisaris Utama: Bagus Puruhito
- Komisaris Independen: Yusron Ihza
- Komisaris: Erwin Dimas
Perubahan ini diharapkan dapat semakin mendorong PTDI untuk mencapai target-target strategisnya di masa depan, baik dalam hal inovasi teknologi, penguatan kapabilitas produksi, maupun kontribusinya terhadap kemandirian industri pertahanan nasional.











