BTN KPR Subsidi: Jangkau MBR, Cicilan Bisa 40 Tahun

Budi Santoso

BTN KPR Subsidi: Jangkau MBR, Cicilan Bisa 40 Tahun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN secara aktif mendorong terwujudnya kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa KPR subsidi dirancang berbeda dari kredit perumahan komersial. Jika KPR komersial mensyaratkan batas minimum pendapatan, KPR subsidi justru menetapkan batas maksimal penghasilan. Hal ini dilakukan agar subsidi tepat sasaran kepada MBR.

Nixon merinci bahwa masyarakat yang masuk dalam kelompok desil tiga hingga desil delapan berhak mengikuti program KPR subsidi. "Desil tiga sampai desil delapan itu sudah bisa diintervensi pakai KPR subsidi kalau dari sisi KPR," ungkap Nixon dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026). Ini berarti, masyarakat dengan rentang pendapatan tersebut dapat memanfaatkan skema pembiayaan khusus ini untuk membeli rumah.

Namun, bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan paling rendah, yaitu desil satu dan desil dua, dengan penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan, Nixon mengakui akses terhadap skema KPR masih menjadi tantangan. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Melalui program BSPS, pemerintah memberikan bantuan finansial sebesar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per rumah tangga. Bantuan ini ditujukan untuk pembangunan atau perbaikan rumah, dengan harapan dapat membantu masyarakat paling rentan ini untuk memiliki tempat tinggal yang layak. "Desil satu, desil dua atau penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan Ini pemerintah mengeluarkan apa yang namanya BSPS, Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya. Jadi pemerintah ngasih Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per rumah tangga," jelasnya.

Baca Juga :  KEK Batang Raih Komitmen Investasi Global untuk Masa Depan Industri Hijau

Lebih lanjut, BTN dan pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk membuat kepemilikan rumah semakin terjangkau bagi MBR. Salah satu opsi yang tengah dikaji secara serius adalah perpanjangan tenor KPR subsidi hingga 40 tahun. Nixon berharap, dengan perpanjangan tenor ini, cicilan bulanan akan menjadi lebih ringan. "Hari ini pemerintah juga lagi mengkaji kalau KPR-nya sampai 40 tahun supaya lebih murah lagi angsurannya, mudah-mudah desil dua bisa dapat," pungkasnya. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk mereka yang berada di desil dua, untuk dapat mengakses dan memiliki rumah idaman mereka. Inisiatif ini menunjukkan komitmen BTN dan pemerintah dalam mengatasi kesenjangan kepemilikan rumah dan meningkatkan kualitas hidup MBR di Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar