Menteri PU: Purnawirawan TNI Perkuat SDA, Percepat Proyek Strategis

Budi Santoso

Menteri PU: Purnawirawan TNI Perkuat SDA, Percepat Proyek Strategis

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, angkat bicara mengenai pelantikan Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA). Dody menjelaskan bahwa pemilihan Arnold, yang berasal dari Korps Zeni TNI, didasarkan pada latar belakangnya yang sangat relevan dengan bidang infrastruktur. Menurutnya, Korps Zeni dapat diibaratkan sebagai "PU-nya tentara," sehingga diharapkan kehadirannya mampu memberikan percepatan signifikan pada berbagai proyek strategis Kementerian PU. Dody secara eksplisit menyatakan perlunya "darah baru" dari luar birokrasi untuk menyuntikkan energi dan inovasi dalam penyelesaian proyek-proyek krusial.

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak dalam mempercepat pembangunan infrastruktur vital. Dody mencontohkan urgensi pembangunan bendungan yang berpotensi mangkrak dan kesiapan jaringan irigasi tanah dalam menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan akan berlangsung lama. "Ya memang profesional di bidangnya. Kan beliau juga zeni kan, Zeni itu kan PU-nya tentara. Ya kita masukkan darah baru dari luar lah. Siapa tahu kemudian cara kerjanya bisa lebih bagus lagi dibandingkan yang kemarin lah," ungkap Dody dalam sebuah media briefing di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/5/2026). Ia menegaskan bahwa penambahan pejabat dengan latar belakang yang kuat di bidang teknis, seperti militer, akan memberikan perspektif dan pendekatan baru yang berpotensi lebih efektif.

Menanggapi isu pelantikan yang disebut dilakukan secara diam-diam karena bertepatan dengan tanggal merah, Dody membantah tudingan tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh proses pelantikan telah melalui konsultasi yang matang dengan Kementerian Sekretariat Negara dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pelantikan Arnold, bersama pejabat Eselon I lainnya, memang dilakukan pada 1 Mei 2026, yang merupakan Hari Buruh Internasional dan hari libur nasional. Namun, Dody berdalih bahwa di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, konsep "hari libur" untuk urusan pekerjaan dianggap tidak relevan. "Di pemerintahan Pak Prabowo itu nggak ada hari libur. Saya nggak pernah libur, kalau Sabtu Minggu itu saya mesti jalan ngecek proyek, mesti ke lapangan. Nggak ada hari tanggal merah, itu tanggal item. Kita juga sudah konsultasi dengan Setneg, dengan BKN. Dan mereka mengatakan semuanya boleh kok, nggak melanggar. Dan dari dulu saya kalau pelantikan Eselon I ya di lantai 17 itu, jadi ya bukan sembunyi sembunyi juga," tegasnya. Percepatan pelantikan ini diklaim bertujuan agar program prioritas pemerintah tidak mengalami hambatan.

Baca Juga :  BBM Subsidi Aman, Pemerintah Tak Naikkan Harga

Selain Arnold, terdapat beberapa pejabat lain yang turut dilantik untuk memperkuat jajaran Kementerian PU. Mereka adalah Apri Artoto sebagai Sekretaris Jenderal, Bisma Staniarto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Adenan Rasyid sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Rachman Arief Dienaputra sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Indro Pantja Pramodo sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi, serta Pantja Dharma Oetojo sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan. Pelantikan kolektif ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas strategis di kementerian tersebut.

Also Read

Tinggalkan komentar