
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi melelang 13 Wilayah Kerja (WK) migas baru dalam ajang IPA Convex 2026. Penawaran ini dilakukan melalui skema penawaran langsung (direct offer) dan tender reguler, memberikan fleksibilitas bagi para investor migas. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengumumkan bahwa pemerintah juga memberikan opsi skema cost recovery maupun gross split pada masing-masing blok.
Selain itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif menarik untuk mendorong partisipasi investor. Insentif tersebut meliputi fasilitas perpajakan yang menguntungkan, depresiasi aset yang dipercepat untuk mempercepat pengembalian modal, hingga penggantian Domestic Market Obligation (DMO) fee yang dapat meringankan beban operasional. "Kami mewakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral secara resmi mengumumkan Penawaran Wilayah Kerja Migas Indonesia Putaran Pertama Tahun 2026. Sebanyak 13 wilayah kerja ditawarkan melalui skema penawaran langsung dan tender reguler, dengan fleksibilitas tanpa batas maksimal cost recovery," ujar Laode di IPA Convex 2026, Tangerang, Rabu (21/5/2026).
Proses lelang telah dibuka dengan akses dokumen lelang mulai 20 Mei 2026. Untuk jalur direct offer, penyerahan dokumen partisipasi akan ditutup pada 6 Juli 2026. Sementara itu, untuk tender reguler, sebagian dibuka hingga Juli dan sebagian lainnya hingga September 2026. Seluruh proses pengaksesan dokumen lelang dan penyerahan dokumen partisipasi dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi Kementerian ESDM, memudahkan calon investor dari berbagai lokasi.
Dari 13 WK yang ditawarkan, dua blok masuk dalam jalur direct offer. Pertama adalah WK Natuna D-Alpha yang berlokasi di lepas pantai Natuna. Blok ini memiliki potensi sumber daya migas yang signifikan, diperkirakan mencapai 2,865 miliar barel minyak (MMBO). Blok kedua yang ditawarkan melalui direct offer adalah WK Sapukala, yang terletak di Selat Makassar. WK Sapukala diperkirakan memiliki potensi gas sebesar 2,309 BSCF.
Sebanyak 11 blok lainnya akan dilelang melalui tender reguler. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- WK Rupat: Terletak di offshore dan onshore Riau serta offshore Sumatra Utara, dengan estimasi sumber daya minyak sekitar 1,110 MMBO.
- WK Puri: Berlokasi di onshore Riau, diperkirakan memiliki sumber daya minyak sekitar 1,915 MMBO.
- WK Pesut Mahakam: Berada di Kalimantan Timur, dengan potensi sumber daya migas setara 1,336 MMBOE.
- WK Bengara II: Terletak di Kalimantan Utara, estimasi sumber daya minyak mencapai 1,057 MMBO.
- WK Maratua II: Juga berlokasi di Kalimantan Utara, dengan potensi sumber daya minyak yang lebih besar, yaitu 3,279 MMBO.
- WK Namori: Berada di offshore Nusa Tenggara Timur (NTT), blok ini menawarkan potensi sumber daya minyak mencapai 17,475 MMBO atau 38,5 TCF gas.
- WK South Tanimbar: Terletak di Laut Arafura, dengan estimasi sumber daya gas sebesar 5,6 TCF.
- WK Cerera: Berlokasi di offshore Papua, memiliki potensi sumber daya minyak 1,487 MMBO dan gas 1,3 TCF.
- WK Areca Bruni: Berada di Papua Barat Daya, dengan estimasi sumber daya migas setara 2,985 MMBOE.
- WK Rombebai: Terletak di Papua, blok ini kaya akan potensi gas alam, diperkirakan mencapai 14,75 TCF.
- WK Jayapura: Berlokasi di Papua, merupakan salah satu blok dengan potensi gas terbesar, mencapai 19,4 TCF.
Penawaran 13 WK migas ini diharapkan dapat meningkatkan cadangan migas nasional dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Fleksibilitas skema penawaran dan insentif yang diberikan menjadi daya tarik utama bagi para investor untuk menjajaki peluang di sektor hulu migas Indonesia.











