
Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 4 triliun untuk meningkatkan keselamatan di 1.638 perlintasan sebidang di seluruh Indonesia. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa anggaran ini dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur seperti flyover atau underpass di lokasi-lokasi yang memerlukan penanganan lebih serius. Hasil perhitungan awal menunjukkan bahwa kebutuhan untuk pemasangan palang pintu dan penjagaan di seluruh perlintasan tersebut hanya memerlukan sekitar Rp 842 miliar, jauh di bawah anggaran yang disiapkan. Sisa anggaran yang signifikan ini, menurut Menhub, akan dioptimalkan untuk membangun fasilitas pendukung keselamatan yang lebih permanen.
"Terhadap 1.638 perlintasan sebidang, sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden, sudah menganggarkan sekitar Rp 4 triliun. Namun dalam pelaksanaannya, kebutuhan untuk pemasangan palang pintu ternyata jauh lebih kecil, yaitu hanya Rp 842 miliar. Sisa anggaran ini akan kita gunakan untuk pembangunan flyover dan underpass," ujar Budi Karya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Jakarta, Kamis (2/5/2026).
Menhub menambahkan bahwa realokasi dana ini akan disinkronkan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan pembangunan flyover dan underpass dapat berjalan efektif. Prioritas utama saat ini adalah segera mengamankan dan menjaga perlintasan sebidang yang masih belum terjaga atau tidak memiliki palang pintu. Selain pembenahan fisik, Kemenhub juga akan meningkatkan pengawasan operasional PT KAI, selaku operator kereta api. Pengawasan ketat akan dilakukan terhadap kepatuhan operator terhadap Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka), termasuk pemantauan batas kecepatan maksimum, waktu kedatangan, dan keberangkatan kereta.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyoroti tingginya angka perlintasan sebidang yang tidak dijaga sebagai salah satu faktor penyebab kecelakaan kereta api, termasuk insiden di Bekasi antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Presiden menginstruksikan penunjukan pelaksana khusus untuk membenahi perlintasan sebidang, terutama di Pulau Jawa yang memiliki sekitar 1.800 titik rawan. Anggaran sekitar Rp 4 triliun telah disiapkan untuk proyek prioritas ini demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api yang merupakan moda transportasi vital bagi masyarakat.
Peningkatan keselamatan perlintasan sebidang ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengurangi risiko kecelakaan, meningkatkan efisiensi operasional kereta api, dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna transportasi kereta api. Komitmen anggaran yang besar ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah keselamatan transportasi publik secara komprehensif, tidak hanya pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga pada aspek pengawasan operasional.











