
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera meluncurkan proyek percontohan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung berukuran 3 kilogram (kg). Inisiatif strategis ini akan diawali di empat kota besar di Pulau Jawa, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa target awal adalah memulai uji coba di pusat-pusat perkotaan ini.
Proyek ambisius ini menargetkan pengadaan minimal 100.000 tabung CNG dari China dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Menariknya, pengadaan tabung ini tidak akan dibebankan kepada pemerintah, melainkan akan dilakukan oleh badan usaha yang bergerak di sektor energi. Saat ini, Kementerian ESDM tengah mematangkan seluruh proses pengadaan tersebut.
Sebelum tabung CNG benar-benar sampai ke tangan masyarakat, serangkaian pengujian ketat akan dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan kelayakan penggunaan. "Once aspek safety-nya sudah kita peroleh, sudah aman, sudah bisa kita kendalikan, kita sudah bisa menerbitkan SNI, baru kita lakukan pilotnya," tegas Laode Sulaeman. Langkah ini krusial untuk menjamin keamanan pengguna dan mencegah potensi risiko. Setelah aspek keselamatan terjamin dan Standar Nasional Indonesia (SNI) diterbitkan, barulah tahap uji coba penggunaan CNG dalam tabung 3 kg akan dimulai.
Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Laode Sulaeman adalah skema distribusi tabung CNG kepada masyarakat. Konsumen tidak perlu khawatir untuk membeli tabung baru, karena tabung CNG nantinya akan menjadi aset milik badan usaha pemasok gas. Mekanismenya serupa dengan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang sudah umum diterapkan saat ini, di mana tabung dipinjamkan kepada pelanggan. "Skemanya, itu masyarakat tidak beli tabung. Tabung milik supplier (badan usaha) gasnya. Skema yang sedang dibuat sekarang, masyarakat tidak diharuskan beli tabung," jelasnya. Alokasi tabung pun akan diatur mengikuti pola yang sama seperti LPG, dengan batasan jumlah tabung per rumah tangga. Hal ini diharapkan dapat mempermudah transisi masyarakat dan mengurangi beban finansial awal.
Proyek percontohan ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam upaya diversifikasi sumber energi di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan target awal di kota-kota besar, pemerintah berharap dapat mengumpulkan data dan masukan yang berharga untuk penyempurnaan sebelum diperluas ke wilayah lain. Keberhasilan uji coba ini diharapkan dapat membuka jalan bagi penggunaan CNG sebagai alternatif energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan di masa depan.











