Prabowo: PDB Belanda Tertinggi Saat Jajah Indonesia

Budi Santoso

Prabowo: PDB Belanda Tertinggi Saat Jajah Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Belanda, selama menjajah Indonesia, memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia selama empat abad. Pernyataan ini disampaikan dalam pemaparannya mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Prabowo menekankan pentingnya belajar dari sejarah agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan mengingatkan agar pemimpin di nusantara bersatu demi menjaga kekayaan bangsa dari potensi eksploitasi asing.

"Para pendiri bangsa kita sadar bahwa apabila pemimpin di nusantara lemah, apabila pemimpin tidak bersatu, maka kekayaan nusantara akan terus diambil oleh kekuatan di luar nusantara. Ini sejarah, terjadi," ujar Prabowo di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

Prabowo merinci data historis PDB per kapita Belanda. Pada tahun 1500, Belanda berada di peringkat ketiga dunia dengan PDB per kapita mencapai US$ 2.332. Posisi ini meningkat signifikan pada tahun 1600, di mana Belanda menduduki peringkat pertama dengan PDB per kapita sebesar US$ 4.270, dan mempertahankan posisi teratas tersebut selama dua tahun berikutnya. Hingga tahun 1800, PDB per kapita Belanda tetap tinggi, mencapai US$ 3.377 pada tahun 1700 dan US$ 4.184 pada tahun 1800. Fenomena ini sangat kontras dengan kondisi Belanda pada tahun 2025, di mana negara tersebut tidak lagi termasuk dalam daftar negara dengan PDB per kapita tertinggi di dunia.

Baca Juga :  Fuel Surcharge Baru: Maskapai Bisa Naikkan Tarif Hingga 50%

"Marilah kita buka fakta negara Nederland, Belanda sejak tahun 1500 dilanjut 1600 dilanjutkan 1700, 1800 memiliki PDB per kapita tertinggi di dunia selama itu. 1500,1600,1700,1800, 400 tahun memiliki PDB tertinggi," tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, pencapaian ekonomi Belanda yang luar biasa tersebut tidak terlepas dari peranannya dalam menguasai Nusantara. Ia menyoroti bagaimana sebuah negara yang relatif kecil, "utara selatannya nggak sampai 8 jam," mampu mencapai kemakmuran ekonomi global karena mengeksploitasi sumber daya kekayaan dari wilayah yang kini menjadi Republik Indonesia. Implikasi dari penjajahan ini, menurut Prabowo, adalah transfer kekayaan yang signifikan dari nusantara ke negara penjajah, yang memungkinkan mereka membangun fondasi ekonomi yang kuat pada masanya.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin, untuk merenungkan pelajaran sejarah ini. Persatuan dan kekuatan internal dianggap sebagai kunci utama untuk melindungi dan mengembangkan kekayaan nusantara demi kemakmuran rakyat Indonesia sendiri, bukan untuk kepentingan bangsa lain. Prabowo juga mengingatkan bahwa kelemahan dan perpecahan di kalangan pemimpin nusantara di masa lalu telah menjadi celah bagi kekuatan asing untuk merampas kekayaan alam. Pernyataan ini juga sejalan dengan ajakannya kepada generasi muda untuk menjadi pengusaha daripada hanya mengincar status Pegawai Negeri Sipil (ASN), yang menunjukkan dorongan untuk kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Also Read

Tinggalkan komentar