
Romauli Sri Astuti Sitoris, 40, menemukan peluang bisnis tak terduga dari hidangan sederhana di rumah. Pada 2022, ia mendirikan UliMus, usaha bawang goreng crispy yang berawal dari kepeduliannya pada sang anak yang tak menyukai bawang goreng. Inovasi Uli untuk mengubah bawang goreng menjadi camilan renyah berbumbu ternyata membuka pintu rezeki. Berawal dari bekal sang anak untuk pondok pesantren, bawang goreng UliMus justru diminati teman-temannya, memicu kesadaran akan potensi bisnis yang menjanjikan.
Dengan modal awal terbatas, kurang dari Rp 500 ribu, Uli memberanikan diri menekuni usaha ini secara serius setelah suaminya terdampak pandemi. Dukungan sang suami menjadi motivasi utama. Pada tahun 2022, usaha ini resmi berbadan hukum dengan nama UliMus, diambil dari gabungan namanya dan sang suami, Mustofa. Keunikan UliMus terletak pada bawang gorengnya yang multifungsi, dapat dinikmati sebagai camilan maupun taburan pelengkap makanan.

Meskipun berlatar belakang Diploma 3 keperawatan dan fokus sebagai ibu rumah tangga, Uli tak ragu menimba ilmu. Pada 2023, ia aktif mengikuti pelatihan komunitas UMKM, termasuk di Rumah BUMN BRI. Pelatihan ini mengubah pola pikirnya dari sekadar berjualan menjadi strategi pemasaran yang berkelanjutan, terutama dalam pemanfaatan media sosial dan digitalisasi. Uli mulai merapikan profil usahanya di media sosial, membuka kanal pesanan melalui WhatsApp Business dan e-Commerce, yang secara signifikan memperluas pasarnya.
Dampak pelatihan terasa nyata pada peningkatan penjualan UliMus. Omzet yang semula hanya ratusan ribu rupiah kini mencapai Rp 7-10 juta per bulan. Produknya bahkan telah menjangkau luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan dan Papua. Produksi bawang goreng UliMus kini berkisar 100-300 kilogram per bulan, dengan target ambisius untuk mencapai satu ton per bulan dan omzet Rp 25-100 juta per bulan.
UliMus kini telah mengantongi sertifikasi Halal dan BPOM, serta lolos uji lab untuk memastikan kualitas dan daya tahan produk hingga 378 hari. Produk UliMus kini dapat ditemukan di pusat perbelanjaan ternama seperti Sarinah dan Supermarket Hero, serta merambah ke pasar internasional. Melalui pemasaran digital, Uli berhasil melayani pesanan hingga ke Jepang dan Singapura, sebuah pencapaian membanggakan meski ongkos kirimnya cukup tinggi. Partisipasinya dalam berbagai pameran dan bazar juga semakin membuka peluang bisnis.

Rumah BUMN BRI, di bawah naungan BRI KC S Parman, berperan penting dalam pendampingan UMKM. Koordinator Rumah BUMN BRI, Jajang Rohmana, menjelaskan bahwa program mereka mencakup pelatihan gratis, pengurusan legalitas, hingga pemetaan kekuatan dan kelemahan usaha melalui Link UMKM. Hingga 2026, Rumah BUMN BRI telah menaungi sekitar 11.000 UMKM, dengan fokus pada program Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global, untuk mengoptimalkan digitalisasi dan mempersiapkan UMKM menghadapi pasar global.











