61,9 Juta Jiwa Terima Manfaat Makan Bergizi Gratis, Capai 74,8% Target

Budi Santoso

61,9 Juta Jiwa Terima Manfaat Makan Bergizi Gratis, Capai 74,8% Target

Sebanyak 61,9 juta jiwa telah merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), angka ini telah melampaui 74,8% dari target total 82,9 juta penerima. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, merinci data per 12 Mei 2026 menunjukkan 61.991.412 penerima telah terdata, setara dengan 71,8% dari target keseluruhan. Program ambisius ini didukung oleh 28.390 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah aktif beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, Qodari juga mengakui bahwa terdapat 1.738 SPPG yang saat ini diberhentikan sementara karena dinilai belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan.

Lebih lanjut, inisiatif ini juga melibatkan pengembangan sumber daya manusia melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Hingga kini, tercatat 15.735 sertifikasi SPPI telah diterbitkan, mencapai 55,42% dari target yang dicanangkan. Komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas dan efektivitas program MBG ditegaskan melalui upaya perbaikan tata kelola. Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah peluncuran call center 127 yang didukung oleh maskot resmi, SAGI (Sentra Aduan Gizi Indonesia). Layanan ini dirancang untuk memfasilitasi masyarakat dalam menyampaikan masukan dan keluhan terkait program.

Sepanjang tahun 2026, total pengaduan yang masuk melalui berbagai kanal tercatat sebanyak 3.615 aduan. Qodari menekankan bahwa pemerintah menyadari kompleksitas program berskala besar seperti MBG, yang membutuhkan penyempurnaan berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap masukan dari berbagai elemen masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah. "Pemerintah memahami bahwa program sebesar MBG membutuhkan penyempurnaan secara terus-menerus. Karena itu, setiap masukan dari berbagai elemen masyarakat menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memperkuat pelaksanaan program MBG," ujar Qodari.

Baca Juga :  Rupiah Diprediksi Menguat, Modal Asing Mulai Masuk Obligasi

Upaya perbaikan tata kelola ini mencakup evaluasi berkala terhadap kinerja SPPG, pelatihan berkelanjutan bagi para penggerak program, serta peningkatan transparansi dalam pelaporan. Data penerimaan manfaat yang terus bertambah menunjukkan progres positif dalam jangkauan program. Namun, pemberhentian sementara beberapa SPPG menjadi pengingat pentingnya menjaga standar kualitas demi memastikan efektivitas program gizi bagi seluruh penerima. Keberadaan call center dan maskot SAGI diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, sehingga program MBG dapat berjalan semakin optimal dan memberikan dampak gizi yang signifikan bagi generasi mendatang. Dengan terus mendengarkan dan merespons aspirasi masyarakat, pemerintah berupaya memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis benar-benar dapat memenuhi tujuannya untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan bergizi.

Also Read

Tinggalkan komentar