MBG Jadi Kunci Stabilisasi Harga Telur Ayam Peternak

Budi Santoso

MBG Jadi Kunci Stabilisasi Harga Telur Ayam Peternak

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga telur ayam ras di tingkat peternak. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah berupaya memperkuat penyerapan telur melalui program ini agar harga telur dapat kembali naik menuju Harga Acuan Pemerintah (HAP). Upaya ini merupakan respons terhadap fluktuasi harga telur yang terjadi di sejumlah sentra produksi nasional, yang berpotensi merugikan peternak rakyat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah melalui Mentan telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan konsumsi telur dalam program MBG. Targetnya, konsumsi telur yang sebelumnya hanya satu kali dalam sepekan akan ditingkatkan menjadi dua kali. Peningkatan frekuensi konsumsi ini diharapkan dapat memperbesar penyerapan produksi telur dari peternak rakyat secara signifikan. "MBG itu adalah offtaker produksi petani. Ini menjadi offtaker-nya," ungkap Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), saat ditemui di Surabaya pada Rabu (13/5/2026).

Peningkatan konsumsi telur melalui MBG dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga di tingkat peternak. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa karena melibatkan rantai pasok pangan lokal di berbagai daerah. Keterlibatan rantai pasok lokal ini akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, mulai dari petani hingga pelaku usaha mikro di tingkat pedesaan.

Baca Juga :  Produk Wajib Halal Oktober 2026, Termasuk Tekstil

Pentingnya tambahan konsumsi telur dalam MBG juga ditekankan oleh besarnya cakupan program ini. Saat ini, MBG menyasar sekitar 60 juta penerima manfaat. Dengan peningkatan penyerapan telur, pemerintah optimis dapat mengurangi tekanan pasokan yang berujung pada anjloknya harga di tingkat peternak. "Kami sudah minta ke Pak Kepala BGN, konsumsi telur ditambah. Yang dulu satu kali satu minggu, menjadi dua kali," ujar Amran merinci instruksinya.

Lebih lanjut, Mentan menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar program pangan semata, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang bertujuan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini dinilai sangat strategis karena memiliki dampak ganda, yaitu pada peningkatan kesejahteraan peternak rakyat dan pada peningkatan gizi anak-anak penerima manfaat. Oleh karena itu, keberlangsungan dan penguatan program MBG perlu terus dijaga.

Sebelumnya, pemerintah telah bergerak cepat untuk melindungi peternak ayam petelur rakyat di tengah gejolak harga telur. Kementerian Pertanian, bersama dengan Badan Pangan Nasional, BGN, asosiasi peternak, Satgas Pangan, dan pelaku usaha, telah melakukan konsolidasi nasional. Tujuannya adalah untuk mengembalikan harga telur ke level yang dapat melindungi peternak sekaligus menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat luas. Kolaborasi berbagai pihak ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan ekosistem peternakan yang sehat dan berkelanjutan.

Also Read

Tinggalkan komentar