
PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, telah berhasil menuntaskan pembangunan empat embung di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Proyek infrastruktur sumber daya air ini bertujuan utama untuk memperkuat ketersediaan air sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut. Lebih dari sekadar fungsi utama, pembangunan embung ini juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Keempat embung yang telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan itu meliputi Embung Kejawar, Embung Wangon, Embung Alasmalang, dan Embung Kedunggede. Menurut Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, embung-embung ini memiliki beragam fungsi. Selain sebagai penyediaan air baku untuk kebutuhan sehari-hari, embung ini juga krusial untuk irigasi pertanian, pengembangan perikanan, bahkan berpotensi menjadi destinasi wisata baru. Keberadaan embung juga sangat vital sebagai cadangan air penting saat musim kemarau tiba, memastikan pasokan air tetap stabil di tengah tantangan kekeringan.
Dian Sovana menegaskan bahwa Brantas Abipraya sangat memperhatikan standar mutu, keselamatan, dan ketepatan waktu dalam setiap tahapan pembangunan keempat embung tersebut. Hal ini tercermin dalam laporan tertulis yang dirilis di Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026. Proyek ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah, yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dalam memperkuat ketahanan air dan pangan nasional.
Setiap embung memiliki kapasitas tampung yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Embung Kejawar mampu menampung hingga 9.534 meter kubik air, Embung Wangon memiliki kapasitas 12.701 meter kubik, Embung Alasmalang yang terbesar dengan 25.200 meter kubik, dan Embung Kedunggede dengan kapasitas 18.028 meter kubik. Kapasitas yang memadai ini memastikan bahwa embung dapat memenuhi kebutuhan air untuk berbagai sektor.
Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa keempat embung ini tidak hanya difokuskan pada fungsi teknis sebagai penyedia air irigasi, tetapi juga dirancang untuk memiliki nilai tambah sebagai ruang publik yang multifungsi. Embung Kejawar dan Embung Wangon, misalnya, telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti intake, outlet, rumah jaga, toilet, serta area terbuka yang luas. Area-area ini sengaja dirancang agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial dan rekreatif, memperkuat ikatan komunitas.
Brantas Abipraya berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya andal dari segi fungsi teknis, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui proyek pembangunan embung ini, Brantas Abipraya memperkuat perannya sebagai agen pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan. Perusahaan menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung program pembangunan embung di berbagai wilayah Indonesia demi meningkatkan ketahanan air dan pangan nasional secara keseluruhan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, turut menggarisbawahi pentingnya pembangunan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, dan waduk. Beliau menyatakan bahwa infrastruktur ini memiliki peran strategis yang tak tergantikan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia. Kementerian PU, lanjut Dody, akan terus berkomitmen penuh dalam membangun dan menyelesaikan berbagai infrastruktur pengelolaan air di seluruh daerah untuk menjamin ketersediaan air yang memadai bagi sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ketahanan pangan bangsa.











