
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan perubahan nama yang signifikan pada salah satu layanan kereta api andalannya. Mulai Sabtu, 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek akan berganti nama menjadi KA Anggrek. Keputusan ini diambil sebagai upaya penyederhanaan nama yang diharapkan dapat mematangkan warisan panjang kereta api ini dalam perjalanan masyarakat Indonesia. Pergantian nama ini, meskipun tidak secara langsung dikaitkan, terjadi tidak lama setelah insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
Filosofi di balik pemilihan nama ‘Anggrek’ dipilih dengan matang oleh KAI. Nama ini sarat makna, merepresentasikan keanggunan, keteguhan, serta kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi berbagai kondisi perjalanan. KAI menjelaskan melalui unggahan di akun Instagram layanan pelanggannya, @kai121_, pada Selasa, 5 Mei 2026, bahwa penyederhanaan nama ini bukanlah berarti meninggalkan sejarah, melainkan justru mematangkan warisan yang telah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, KAI menguraikan makna mendalam dari bunga anggrek yang menjadi inspirasi nama baru ini. "Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Bertumpu tanpa mengambil alih. Dekat tanpa merusak. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah. Di situlah makna Anggrek menemukan bentuknya. Sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan," demikian kutipan dari keterangan KAI. Makna-makna ini diharapkan dapat tercermin dalam setiap pelayanan yang diberikan oleh KA Anggrek.
Menyikapi perubahan nama ini, KAI memberikan jaminan kepada para penumpang yang telah terlanjur membeli tiket KA Argo Bromo Anggrek. KAI menegaskan bahwa tiket yang telah dimiliki tetap sah dan dapat digunakan tanpa perlu melakukan penukaran. "Setiap penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tiket tetap dapat dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih," jelas KAI. Hal ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh pengguna jasa kereta api, serta menghindari kebingungan atau kerugian yang mungkin timbul akibat perubahan nama ini. Perubahan nama ini diharapkan dapat menyegarkan citra kereta api ini sekaligus tetap mempertahankan identitas dan kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.











