
Program LESTARI KOTA resmi diluncurkan sebagai inisiatif strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, berfokus pada pemanfaatan lahan perkotaan yang kian terbatas. Penandatanganan nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) menjadi tonggak dimulainya program edukatif berbasis praktik ini. LESTARI KOTA menawarkan serangkaian kelas berkebun, pendampingan urban farming, serta pelatihan hidroponik yang dirancang agar mudah diterapkan di lingkungan perkotaan. Tujuannya adalah membekali peserta dengan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam budidaya hortikultura, sebuah keahlian yang semakin vital mengingat meningkatnya tekanan pada ketersediaan lahan dan kebutuhan pangan di kota-kota besar.
Pelaksanaan program ini dijadwalkan berlangsung dari April hingga Agustus 2026, diawali dengan acara kick-off pada 30 April 2026. Peserta akan terlibat dalam kelas praktik dan sesi pendampingan rutin setiap dua minggu, mengadopsi pendekatan belajar langsung dari proses menanam hingga panen. Seluruh kegiatan akan dipusatkan di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura, memanfaatkan area kebun dan fasilitas yang ada untuk pembelajaran hands-on. Program ini secara khusus melibatkan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai peserta aktif, mendorong partisipasi mereka dalam setiap tahapan budidaya. Pendampingan berkala merupakan elemen kunci untuk memastikan keberlanjutan pembelajaran dan menghasilkan dampak yang nyata dalam praktik.
Inisiatif LESTARI KOTA muncul dari kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor hortikultura, sekaligus mempromosikan adopsi urban farming sebagai solusi cerdas untuk memaksimalkan penggunaan lahan terbatas di perkotaan. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi yang pesat, dan potensi gangguan rantai pasok pangan, kemandirian dalam produksi pangan menjadi semakin krusial, bahkan bagi masyarakat perkotaan. Data Sensus Pertanian 2023 menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam Usaha Pertanian Perorangan Urban Farming, yang tercatat sebanyak 13.019 unit. Lebih lanjut, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa pada tahun 2023, urban farming di wilayahnya berhasil memproduksi 80.834,64 ton tanaman hortikultura dan 1.326,41 ton tanaman pangan. Angka ini menunjukkan peningkatan substansial dibandingkan tahun 2022, mengukuhkan potensi lahan perkotaan untuk berkontribusi signifikan terhadap produksi pangan jika didukung oleh inovasi dan praktik budidaya yang tepat.
Program LESTARI KOTA secara tegas menekankan bahwa inovasi di sektor pertanian tidak melulu harus berskala besar. Inovasi yang paling berdampak adalah yang mudah diakses, dipahami, dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, termasuk warga perkotaan. Dengan mengedepankan teknik sederhana namun efektif seperti hidroponik, pemilihan benih unggul, varietas tanaman yang adaptif, serta praktik budidaya yang efisien, program ini menawarkan solusi praktis yang relevan dan dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan, membuka jalan bagi ketahanan pangan yang lebih merata dan berkelanjutan.











