UMKM Digital: Bekal Literasi Keuangan & Teknologi

Budi Santoso

UMKM Digital: Bekal Literasi Keuangan & Teknologi

Tangerang – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tangerang kini merespons derasnya arus digitalisasi dengan beradaptasi melalui berbagai inovasi. Salah satu wujud nyata dari upaya ini adalah penyelenggaraan UMKM Digital Finance Tour Tangerang Edition. Acara ini secara khusus menyoroti urgensi literasi keuangan dan penguatan pengelolaan bisnis berbasis teknologi bagi para pelaku UMKM. Transformasi menuju era digital menuntut UMKM untuk tidak hanya sekadar melek teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan efisien.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran praktis yang bertujuan untuk membenahi cara menjalankan usaha. Fokus utama diarahkan pada pemanfaatan platform "UMKM Pintar", sebuah inisiatif kolaboratif yang digagas oleh SeaBank, Women’s World Banking, dan PLUS. Platform ini menyediakan berbagai materi edukasi dan alat bantu yang dirancang khusus untuk memperkuat fondasi pertumbuhan usaha UMKM, terutama dalam aspek manajemen keuangan. Penguatan manajemen keuangan dianggap sebagai pilar krusial yang akan menentukan keberlangsungan dan perkembangan bisnis di masa depan.

Bagus Hartanto, seorang pengusaha laundry yang turut serta dalam kegiatan ini, berbagi pengalamannya mengenai hambatan yang sering dihadapi. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan akses informasi, tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia, serta sistem pemasaran yang belum optimal menjadi kendala utama dalam mengembangkan bisnisnya. Namun, ia menekankan bahwa hambatan yang paling dirasakan adalah pada proses manajemen keuangan yang masih bersifat konvensional. Kurangnya pemahaman mendalam mengenai perhitungan dan pengelolaan keuangan yang tepat seringkali membuat pelaku UMKM merasa berada di jalur yang benar, padahal realitas keuntungannya belum tentu sesuai ekspektasi.

Baca Juga :  IHSG Merosot Jelang Pidato Ekonomi Prabowo

Melalui materi yang disajikan di platform UMKM Pintar, Bagus mulai tercerahkan mengenai pentingnya membangun struktur keuangan usaha yang lebih tertata rapi. Salah satu ilmu paling berharga yang ia peroleh adalah cara menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP). Ia menyadari bahwa banyak pelaku UMKM yang keliru dalam perhitungan keuntungan karena dasar perhitungan HPP mereka tidak akurat. Menentukan HPP dengan benar adalah kunci untuk memahami realitas keuntungan bisnis yang sebenarnya, sehingga keputusan strategis dapat diambil berdasarkan data yang valid.

Peserta lain, M. Guntur Chaidir, seorang pelaku usaha perdagangan umum, memberikan apresiasi tinggi terhadap materi pelatihan yang dinilainya mudah dipahami dan dapat langsung diaplikasikan dalam operasional usaha sehari-hari. Ia menganggap platform UMKM Pintar sangat ramah pengguna dan materi yang disampaikan bersifat jelas, sistematis, serta mudah dicerna oleh berbagai kalangan. Kemudahan akses dan pemahaman materi menjadi poin penting dalam adopsi teknologi dan pengetahuan baru.

Selain pembelajaran mandiri melalui platform, peserta juga diperkenalkan dengan fitur kalkulator pintar. Alat ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memantau kesehatan keuangan bisnis mereka secara lebih terukur. Pendekatan ini dianggap sangat relevan mengingat masih banyak pelaku UMKM yang mengandalkan metode pengelolaan keuangan secara manual, yang rentan terhadap kesalahan dan kurang efisien.

Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menegaskan bahwa edukasi literasi keuangan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM di era digital yang semakin kompetitif. SeaBank berkomitmen untuk memberdayakan pelaku usaha agar mampu mengelola keuangan dengan baik dan memahami kinerja bisnis mereka secara lebih terarah. Harapannya adalah para pelaku UMKM dapat menguasai fundamental bisnis, sehingga mampu mengambil keputusan strategis yang lebih tepat sasaran demi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Transmart Full Day Sale: Rak Besi Diskon Drastis Jadi Rp 800 Ribuan

Sasmaya menambahkan bahwa platform UMKM Pintar dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat, baik nasabah SeaBank maupun non-nasabah. Dengan pendekatan yang inklusif ini, SeaBank berharap manfaat dari platform dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM, terutama perempuan, di berbagai penjuru Indonesia tanpa terkendala akses. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.

Bagi para peserta, nilai utama dari program ini tidak hanya terletak pada materi pelatihan semata, tetapi pada perubahan fundamental dalam pola pikir pengelolaan usaha. Adopsi cara pandang yang lebih terukur dan berkelanjutan diharapkan dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi bisnis mereka. Kegiatan UMKM Digital Finance Tour ini secara gamblang menunjukkan meningkatnya kebutuhan pelaku UMKM akan pendampingan praktis, khususnya dalam menghadapi persaingan usaha yang terus bergerak cepat menuju digitalisasi. Adaptasi dan peningkatan kapasitas menjadi kunci utama agar UMKM tetap relevan dan mampu bersaing di pasar yang dinamis.

Also Read

Tinggalkan komentar