
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk mengatasi kebutuhan perumahan dan fasilitas pendukung bagi kalangan pekerja dengan merencanakan pembangunan kota-kota baru yang terintegrasi. Konsep ini menitikberatkan pada hunian vertikal, seperti rumah susun, yang dirancang untuk menampung hingga 100.000 unit per kota. Pembangunan ini tidak hanya terbatas pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga mencakup kelengkapan fasilitas sosial dan umum.
Dalam pidatonya saat perayaan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Prabowo merinci bahwa setiap kota baru akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas esensial, termasuk sekolah, rumah sakit, area olahraga, dan yang terpenting, tempat penitipan anak atau daycare. Ia secara khusus menyoroti pentingnya daycare sebagai respons terhadap masukan dari pimpinan serikat pekerja, dan berjanji untuk segera merealisasikan fasilitas ini dalam waktu singkat.
Selain perumahan dan fasilitas pendukung, akses transportasi yang memadai juga menjadi prioritas. Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan menyediakan moda transportasi publik yang terjangkau, seperti kereta ringan dan bus, khusus bagi para buruh. Kartu khusus rencananya akan diterapkan agar pekerja dapat menikmati tarif transportasi yang sangat ringan untuk menuju tempat kerja.
Target ambisius lainnya adalah pembangunan minimal 1 juta rumah bagi seluruh masyarakat, termasuk buruh, yang akan dimulai tahun ini. Rumah-rumah ini akan dibangun di lokasi strategis, dekat dengan kawasan industri, untuk meminimalkan waktu tempuh dan biaya transportasi bagi para pekerja. Rencana ini merupakan solusi atas keluhan buruh yang kini menghabiskan sekitar 30% dari pendapatan bulanan mereka untuk biaya sewa rumah.
Skema kepemilikan rumah bagi buruh akan dibuat sangat fleksibel, dengan opsi cicilan yang panjang, mulai dari 20 hingga 40 tahun. Prabowo menekankan bahwa kemudahan ini diberikan karena buruh, seperti halnya petani dan nelayan, memiliki ikatan kuat dengan daerah tempat mereka bekerja dan tidak mudah berpindah. Dengan demikian, 30% anggaran yang sebelumnya untuk sewa diharapkan dapat dialihkan untuk mencicil kepemilikan rumah sendiri.











