
Calon Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ade Jona Prasetyo, mengemukakan pandangannya mengenai urgensi perubahan arah organisasi untuk mengoptimalkan peran HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis kewirausahaan. Ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi pengusaha muda saat ini tidak sekadar bertahan, melainkan bagaimana mereka dapat "naik kelas" dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi perekonomian. "Pengusaha HIPMI harus naik kelas. Kita butuh akselerasi dengan dampak nyata untuk masa depan pengusaha muda Indonesia," ujar Jona, menegaskan perlunya percepatan pertumbuhan dengan hasil yang terukur.
Menurut Ade Jona Prasetyo, HIPMI harus memposisikan diri sebagai katalisator yang menghubungkan potensi kekayaan daerah dengan akses pasar dan permodalan yang lebih luas di tingkat nasional. Ia menyoroti adanya kesenjangan yang masih terjadi antara para pelaku usaha di daerah dengan peluang-peluang bisnis yang sebenarnya tersedia secara nasional. Kesenjangan ini perlu dijembatani agar potensi daerah dapat teraktualisasi secara maksimal.
Perjalanan Ade Jona Prasetyo sendiri di dunia bisnis diwarnai dengan pengalaman menghadapi berbagai keterbatasan sejak usia muda. Pengalaman membantu usaha keluarga hingga merintis bisnis dari nol telah memberinya pemahaman mendalam mengenai realitas dan tantangan yang dihadapi para pelaku usaha. "Jatuh dan bangkit sudah menjadi bagian dari perjalanan saya dalam membesarkan usaha," ungkapnya, menunjukkan ketangguhan dan determinasi yang ia miliki.
Dengan bekal pengalaman tersebut, Ade Jona Prasetyo mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor. Ia meyakini bahwa sinergi antara pengusaha besar dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta antara pemerintah daerah dan pusat, akan menjadi kunci kemajuan. "HIPMI harus menjadi jembatan. Potensi daerah itu besar, tapi perlu akses dan konektivitas agar bisa berkembang lebih cepat," jelasnya. HIPMI diharapkan dapat menjadi fasilitator utama dalam menciptakan konektivitas tersebut.
Lebih lanjut, Ade Jona Prasetyo juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang inklusif di dalam tubuh HIPMI. Ia berpendapat bahwa kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh daerah dan mengakomodasi keberagaman latar belakang pengusaha akan sangat krusial. Pendekatan kolaboratif ini dianggap sebagai fondasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan. "HIPMI butuh pemimpin yang merangkul semua daerah, menyatukan semua lini, agar dampaknya benar-benar terasa bagi ekonomi yang inklusif," tegasnya.
Menatap masa depan, Ade Jona Prasetyo mengajak seluruh pengusaha muda untuk memperkuat sinergi dan membangun ekosistem usaha yang lebih kokoh. Ia menyerukan semangat kebersamaan untuk menjadi "tuan rumah di negeri sendiri." "Mari bersama kita melangkah, merangkul, dan berkolaborasi," tutupnya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi aktif untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.











