SPBUN Nelayan Diresmikan, Dukung Kesejahteraan Pesisir Aceh

Budi Santoso

SPBUN Nelayan Diresmikan, Dukung Kesejahteraan Pesisir Aceh

Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi dan KKP meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan. Langkah ini merupakan upaya strategis mendorong pemerataan energi dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pembangunan SPBUN adalah terobosan nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Fasilitas ini akan menyediakan solar untuk operasional melaut, sejalan dengan program prioritas nasional. Pemerintah berkomitmen menambah jumlah SPBUN di sepanjang garis pantai Indonesia untuk menjawab kebutuhan nelayan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, menyoroti sinergi lintas kementerian dan BUMN dalam pembangunan SPBUN ini. Fasilitas ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden melalui Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang mencakup SPBUN yang dikelola koperasi milik Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Kolaborasi ini memastikan tata kelola yang baik dalam implementasi program KNMP dan KDKMP. Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan komitmen BPH Migas dalam mengawal distribusi energi hingga wilayah terluar, termasuk Aceh Selatan. SPBUN ini diharapkan membantu operasional penangkapan ikan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, sejalan dengan amanat Presiden dan arahan Menteri ESDM.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menekankan pentingnya penyediaan energi untuk mendukung perekonomian masyarakat, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Kehadiran SPBUN berbasis koperasi ini diharapkan memberikan kemudahan akses BBM subsidi yang lebih dekat dan tepat sasaran, sehingga mendukung efisiensi aktivitas melaut dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Eko Ricky menyebutkan bahwa SPBUN di Aceh Selatan ini merupakan yang ke-9 yang dikelola KNTI, melengkapi 6 SPBUN nelayan yang sudah ada di Aceh Selatan, 19 di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan total sekitar 416 SPBUN nelayan di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Harga Pangan Naik Jelang Idul Adha, Pemprov DKI Pantau Pasar

Pertamina Patra Niaga terus memperluas layanan SPBUN nelayan melalui kolaborasi dengan koperasi nelayan seperti KNTI sebagai mitra strategis untuk distribusi energi yang lebih merata di wilayah pesisir. Kesungguhan Pertamina Patra Niaga dalam mendukung pengembangan SPBUN nelayan di berbagai wilayah Indonesia merupakan bagian dari program BBM Satu Harga, yang bertujuan memastikan masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dapat mengakses energi dengan harga terjangkau. Eko Ricky menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Presiden untuk memastikan semua pelosok negeri mendapatkan energi dalam bentuk BBM subsidi yang diperuntukkan bagi konsumen, baik nelayan maupun masyarakat di wilayah 3T.

Manfaat SPBUN yang dikelola KNTI ini dirasakan langsung oleh nelayan setempat. Tarmizi, nelayan asal Bakongan Timur, mengungkapkan bahwa akses BBM kini menjadi lebih mudah dan biaya operasional dapat ditekan, sehingga ia mengucapkan terima kasih kepada Pertamina atas pembangunan SPBUN ini. Harmaini, nelayan dari Aceh Selatan, juga menilai kehadiran SPBUN nelayan sangat membantu kemudahan untuk melaut, dengan penghematan biaya BBM dan hilangnya kendala dalam beraktivitas melaut.

Also Read

Tinggalkan komentar