Laba BNI Kuartal I 2026 Tembus Rp 5,6 Triliun, Kredit Tumbuh 20 Persen

Budi Santoso

Laba BNI Kuartal I 2026 Tembus Rp 5,6 Triliun, Kredit Tumbuh 20 Persen

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan performa gemilang pada kuartal I 2026 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 5,6 triliun. Pencapaian ini didorong oleh fundamental bisnis yang semakin kokoh, kualitas aset yang terjaga, serta optimalisasi pendapatan operasional. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi sektor perbankan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Salah satu motor utama pertumbuhan ini adalah keberhasilan BNI dalam menghimpun dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang melonjak 26,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 731,6 triliun. Peningkatan ini dipicu oleh pertumbuhan giro sebesar 39,7% dan tabungan sebesar 10,4%. Kesuksesan ini tidak lepas dari peran transformasi digital melalui platform wondr by BNI yang kini memiliki lebih dari 13 juta pengguna, serta platform BNIdirect bagi nasabah korporasi yang mencatat pertumbuhan nilai transaksi di atas 16%. Berkat akselerasi digital ini, pangsa pasar CASA BNI meningkat signifikan dari 10,1% pada Maret 2025 menjadi 11,3% pada Februari 2026.

Sisi intermediasi juga menunjukkan performa impresif dengan penyaluran kredit yang tumbuh 20,1% yoy mencapai Rp 919,3 triliun. Ekspansi kredit yang agresif namun terukur ini berkontribusi pada kenaikan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 12,1% dan pendapatan non-bunga sebesar 12,6%. Dari aspek kualitas aset, BNI berhasil menekan rasio kredit macet (NPL) di level 1,9% dan Loan at Risk (LAR) di angka 8,6%. Rasio kecukupan modal (KPMM) yang berada di level 18,5% serta Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,5% menunjukkan bahwa struktur permodalan dan likuiditas bank sangat sehat.

Baca Juga :  BPI Danantara Beli Saham GOTO, Siapa Pemegang Terbesar?

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menegaskan bahwa perseroan terus memperkuat permodalan, salah satunya melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) senilai US$ 700 juta atau setara Rp 11,9 triliun pada April 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendukung ekspansi bisnis jangka panjang. Di sisi lain, BNI juga aktif mendukung program strategis pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sistem pembayaran digital, serta penyaluran KPR FLPP dalam program 3 Juta Rumah. Melalui penguatan ekosistem UMKM dan digitalisasi layanan hingga ke tingkat desa lewat Agen46, BNI berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi inklusif yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar