Tabrakan Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur: 3 Korban Terjepit

Budi Santoso

Tabrakan Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur: 3 Korban Terjepit

Insiden kecelakaan hebat terjadi di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta yang melibatkan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Peristiwa tragis ini berlangsung pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.55 WIB, dan mengakibatkan gangguan operasional yang sangat signifikan di lintas Bekasi. Akibat benturan keras tersebut, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu dinyatakan tidak melayani aktivitas naik maupun turun penumpang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui VP Corporate Communication, Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini dan menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah penyelamatan korban serta pemulihan layanan.

Hingga Selasa pagi, 28 April 2026, proses evakuasi masih berlangsung secara dramatis di lokasi kejadian. Berdasarkan laporan terbaru pada pukul 05.53 WIB, sebanyak tiga orang penumpang dilaporkan masih dalam kondisi terjepit di antara puing-puing gerbong yang ringsek. Tim SAR Gabungan, yang dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas Mohammad Syafii, bekerja tanpa henti menggunakan peralatan ekstrikasi berat untuk memotong rangkaian besi gerbong KRL yang menghimpit tubuh korban. Proses penyelamatan ini memerlukan kehati-hatian tingkat tinggi dan presisi yang luar biasa karena posisi lokomotif KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi tersebut merangsek masuk ke dalam badan gerbong KRL.

Baca Juga :  PLN Batam Pasok Listrik 511 MVA untuk Data Center Terbesar di Indonesia

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa ruang gerak di dalam gerbong sangat sempit dan berbahaya. Oleh karena itu, tim penyelamat menerapkan skema kerja bergantian, di mana maksimal hanya 25 personel, termasuk tenaga medis, yang diizinkan berada di titik evakuasi secara bersamaan. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas struktur gerbong yang sudah tidak stabil dan memastikan tim medis dapat memberikan pertolongan pertama dengan ruang yang memadai.

Sementara itu, bagi masyarakat yang biasa menggunakan layanan transportasi di Stasiun Bekasi Timur, manajemen KAI mengarahkan mereka untuk sementara waktu beralih ke Stasiun Bekasi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan alternatif hingga proses sterilisasi jalur selesai. KAI juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat proses normalisasi jalur agar operasional kereta api dapat kembali pulih secepatnya. Penyesuaian jadwal perjalanan masih diberlakukan pada lintas Bekasi seiring dengan proses evakuasi sarana yang masih berlangsung di tempat kejadian perkara. KAI berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini secara berkala melalui kanal resmi mereka agar pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik di tengah situasi darurat ini.

Also Read

Tinggalkan komentar