
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan optimismenya terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global yang kian tidak menentu. Dalam sebuah acara bertajuk Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana yang diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, ia mengungkapkan bahwa indikator ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional telah berhasil bergerak stabil di kisaran angka 5,39 persen, dan diproyeksikan akan terus melonjak hingga menyentuh level 5,5 persen ke atas pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini dianggap sebagai pencapaian signifikan mengingat banyak negara besar di dunia saat ini justru sedang berjuang keras menghadapi ancaman resesi, stagflasi, serta tekanan inflasi tinggi yang berkepanjangan.
Purbaya menekankan bahwa fondasi ekonomi yang kuat ini tidak didapatkan secara instan, melainkan hasil dari kebijakan fiskal yang disiplin serta reformasi struktural yang dijalankan secara berkelanjutan. Meskipun indikator makro menunjukkan performa gemilang, ia tidak menampik adanya berbagai narasi negatif dan kritik tajam yang dialamatkan kepadanya di sejumlah media massa. Purbaya mengaku bahwa belakangan ini banyak pihak yang mencoba menjelek-jelekkan kinerjanya melalui pemberitaan yang dianggapnya kurang berimbang. Namun, mantan Bos Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) tersebut menegaskan bahwa dirinya tetap fokus pada kerja nyata dan tidak ingin terganggu oleh isu-isu yang bersifat provokatif. Baginya, pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah adalah sebuah komitmen serius yang dijalankan dengan perhitungan matang demi menjaga stabilitas nasional.
Lebih lanjut, stabilitas ekonomi ini diharapkan dapat menjadi katalisator positif bagi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di masa depan. Dengan fundamental makro yang solid, kepercayaan investor baik domestik maupun asing untuk menanamkan modal di pasar modal Indonesia diprediksi akan semakin meningkat. Purbaya meyakini bahwa transparansi dan reformasi birokrasi yang dilakukan di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi kunci utama dalam membangun kredibilitas pasar. Salah satu bukti konkret dari keberhasilan reformasi tersebut adalah lonjakan penerimaan pajak yang diklaim meroket hingga 20 persen hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini. Pertumbuhan ini mencerminkan efektivitas sistem perpajakan yang kini lebih modern, terintegrasi, dan akuntabel.
Selain sektor perpajakan, Purbaya juga menyoroti langkah-langkah perbaikan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta instansi terkait lainnya guna mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi. Ia berkomitmen untuk terus mendorong transformasi di internal kementerian agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan para pelaku usaha. Dengan berbagai langkah strategis tersebut, ia sangat optimis bahwa ekonomi Indonesia tidak hanya akan tumbuh lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya, tetapi juga mampu memberikan landasan ekonomi yang jauh lebih tangguh bagi generasi mendatang. Purbaya menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa reformasi yang ia jalankan adalah reformasi yang nyata, bukan sekadar wacana, demi memastikan Indonesia tetap kompetitif di kancah global.











