
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan pasar modal Indonesia dengan memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat mencapai level 28.000 pada periode 2029 hingga 2030. Saat ini, IHSG berada di kisaran level 7.000, yang berarti terdapat potensi kenaikan hingga empat kali lipat seiring dengan fase ekspansi ekonomi yang terus berlanjut di tanah air. Prediksi ambisius ini didasarkan pada analisis siklus ekonomi jangka panjang di mana titik terendah hingga puncak ekspansi biasanya mencatatkan pertumbuhan signifikan, sebagaimana pernah terjadi pada periode keemasan pasar modal sebelumnya.
Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan pasar saham merupakan cerminan dari kekuatan fundamental ekonomi nasional. Pemerintah saat ini tengah berupaya keras untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi agar dapat keluar dari jebakan pertumbuhan lima persen yang cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektoral, termasuk memberikan mandat lebih besar kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam mengawal program-program prioritas dan proyek strategis nasional (PSN). Selain itu, pembentukan satuan tugas khusus dilakukan untuk mengidentifikasi serta memangkas berbagai hambatan birokrasi yang selama ini menghambat laju investasi.
Keberhasilan proyeksi ini juga didukung oleh kinerja fiskal yang solid, terlihat dari penerimaan pajak pada kuartal pertama tahun 2026 yang tumbuh sekitar 20 persen secara tahunan. Peningkatan pendapatan negara ini memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi produktif dan membiayai infrastruktur digital maupun fisik. Sejarah mencatat bahwa pada awal tahun 2000-an, IHSG pernah mengalami lonjakan tajam dalam satu dekade berkat stabilitas makroekonomi, dan pola serupa diyakini dapat terulang kembali jika momentum pertumbuhan saat ini terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Meskipun prospek terlihat cerah, Menteri Keuangan menekankan bahwa penguatan pasar saham tidak akan terjadi secara otomatis tanpa adanya pendalaman pasar keuangan yang serius. Salah satu tantangan utama yang harus diselesaikan adalah memperbesar basis investor domestik agar pasar modal Indonesia lebih resilien terhadap fluktuasi aliran modal asing. Sebagai langkah nyata, pemerintah membuka peluang pemberian insentif fiskal khusus bagi industri pasar modal, dengan syarat program peningkatan partisipasi investor ritel menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam beberapa bulan mendatang.
Bagi para investor, khususnya investor ritel, optimisme pemerintah ini menjadi sinyal positif untuk mulai mengatur strategi investasi jangka panjang. Namun, Purbaya tetap mengingatkan pentingnya aspek kehati-hatian dan analisis fundamental dalam mengambil keputusan, mengingat kinerja saham akan selalu mengikuti dinamika ekonomi makro. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, target IHSG di level 28.000 diharapkan bukan sekadar angka, melainkan representasi dari kemajuan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing global di masa depan.











