Kemenperin Jamin Pasokan Bahan Baku Plastik Nasional Aman dan Stabil

Budi Santoso

Kemenperin Jamin Pasokan Bahan Baku Plastik Nasional Aman dan Stabil

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan jaminan kuat bahwa ketersediaan bahan baku plastik di pasar domestik saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan industri nasional. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menegaskan agar spekulasi mengenai kelangkaan bahan baku segera dihentikan karena kekhawatiran tersebut tidak didasari oleh fakta di lapangan. Pernyataan ini disampaikan Riza saat melakukan kunjungan kerja ke PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) di Citeureup, Bogor, guna memantau langsung proses produksi dan memastikan rantai pasok industri tetap terjaga.

Berdasarkan hasil peninjauan langsung, pemerintah melihat bahwa kapasitas produksi dalam negeri masih sangat memadai untuk menopang permintaan yang terus meningkat. Faisol Riza mengimbau para pelaku usaha, terutama di sektor hilir, untuk memprioritaskan penyerapan bahan baku dari produsen lokal guna memperkuat struktur industri nasional. Langkah ini diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap impor, yang seringkali rentan terhadap fluktuasi geopolitik dan ekonomi global. Pemerintah menyatakan bahwa opsi impor hanya akan dipertimbangkan jika kebutuhan nasional benar-benar melampaui kapasitas produksi domestik yang ada saat ini.

Terkait dinamika pasar global, Director PT AKPI, Jimmy Tjahjanto, mengakui bahwa sempat terjadi gangguan pasokan pada awal memanasnya konflik di Timur Tengah, mengingat kawasan tersebut merupakan pemasok utama bahan baku plastik dunia. Namun, industri nasional bergerak cepat dengan melakukan diversifikasi sumber pasokan ke negara-negara di kawasan ASEAN dan China. Strategi pengalihan vendor ini terbukti efektif menjaga stabilitas operasional perusahaan, sehingga proses produksi tetap berjalan normal tanpa kendala pasokan yang berarti.

Baca Juga :  Kartini Modern: Perempuan Tangguh Penjaga Ketahanan Energi Nasional

Di sisi lain, tantangan nyata yang dihadapi industri saat ini bukanlah ketersediaan barang, melainkan tekanan harga akibat kenaikan harga minyak mentah dunia yang memengaruhi biaya produksi biji plastik dan nafta. Ketua Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia (ABOFI), Santoso Samudra Tan, menambahkan bahwa persepsi kelangkaan yang muncul di masyarakat lebih dipicu oleh respons pasar yang berlebihan terhadap gangguan awal distribusi.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal kelancaran distribusi bahan baku hingga ke level Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta UMKM. Pengawasan ketat juga dilakukan untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi dengan menetapkan harga jual yang tidak wajar. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi, stabilitas industri plastik nasional diharapkan tetap kokoh sebagai tulang punggung sektor kemasan, pangan, dan manufaktur lainnya di Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar