Prabowo Beri Arahan ke Rosan Terkait Percepatan Hilirisasi Nasional

Budi Santoso

Prabowo Beri Arahan ke Rosan Terkait Percepatan Hilirisasi Nasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, secara khusus menyambangi kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, guna membahas agenda strategis nasional. Dalam kapasitasnya yang juga menjabat sebagai CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan menerima instruksi langsung dari Kepala Negara mengenai langkah-langkah konkret untuk mempercepat program hilirisasi di berbagai sektor industri. Fokus utama pertemuan ini adalah memastikan bahwa kebijakan hilirisasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap penguatan struktur ekonomi Indonesia melalui nilai tambah komoditas unggulan.

Melalui unggahan di akun media sosial resminya, Rosan mengungkapkan rasa terima kasih atas arahan tajam yang diberikan oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, penguatan program prioritas Danantara menjadi instrumen vital dalam mengonsolidasikan kekuatan investasi domestik dan menarik modal asing secara lebih terukur. Hilirisasi yang sedang digenjot pemerintah saat ini diharapkan mampu mentransformasi Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi produsen barang jadi atau setengah jadi yang memiliki daya saing tinggi di pasar global. Hal ini diyakini akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja secara masif bagi masyarakat luas.

Lebih lanjut, Rosan menegaskan bahwa investasi yang masuk ke tanah air kini semakin selektif dan berorientasi pada nilai tambah. Dengan adanya integrasi antara kebijakan investasi dan strategi Danantara, industri nasional diproyeksikan akan bergerak lebih maju dan kompetitif. Dampak domino dari kebijakan ini mencakup peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, transfer teknologi, serta penguatan ekosistem industri dari hulu ke hilir. Presiden Prabowo menekankan bahwa kemandirian ekonomi hanya dapat dicapai jika Indonesia mampu mengelola sumber daya alamnya secara mandiri dan profesional melalui skema investasi yang transparan dan berkelanjutan.

Baca Juga :  ESDM Batasi Produksi Nikel Jadi 250 Juta Ton Demi Jaga Cadangan RI

Pertemuan di Hambalang ini merupakan agenda penting kedua bagi Rosan dalam sepekan terakhir setelah sebelumnya menghadap Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta untuk melaporkan capaian realisasi investasi. Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi pada kuartal I-2026 menunjukkan performa yang sangat impresif dengan angka mencapai Rp 498,79 triliun. Pencapaian ini melampaui target triwulan pertama yang dipatok sebesar Rp 497 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 7,22 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tren positif ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan kepemimpinan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Dengan dukungan penuh dari Presiden, Rosan optimistis target investasi tahunan akan tercapai demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Also Read

Tinggalkan komentar