Alfamart Bagikan Dividen Rp 1,7 T, Raih Laba Bersih Rp 4,5 T

Budi Santoso

Alfamart Bagikan Dividen Rp 1,7 T, Raih Laba Bersih Rp 4,5 T

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) akan membagikan dividen sebesar Rp 1,7 triliun kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diselenggarakan di Kantor Pusat Alfamart, Tangerang, pada Kamis (4/6/2026). Corporate Secretary Alfamart, Tomin Widian, menyatakan bahwa pembagian dividen sebesar Rp 41,5 per saham ini mencerminkan kinerja perseroan yang solid sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan menjadi landasan utama keputusan pembagian dividen ini.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi tahun 2025, Alfamart berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 7,2%, mencapai total Rp 126,7 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan yang berkelanjutan di seluruh jaringan gerai perseroan. Laba kotor (gross profit) juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 9,43% menjadi Rp 27,7 triliun, naik dari Rp 25,3 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan laba kotor ini mengindikasikan efisiensi operasional yang baik dalam pengelolaan rantai pasok dan harga jual.

Lebih lanjut, pendapatan dari operasi (income from operation) Alfamart melonjak 11,8% menjadi Rp 4,5 triliun di tahun 2025. Angka ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam mengelola biaya operasional secara efektif sembari terus mengembangkan bisnisnya. Kinerja keuangan yang impresif ini tidak terlepas dari strategi ekspansi gerai yang terus digalakkan oleh Alfamart, terutama dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan gerai yang masif, khususnya di luar Pulau Jawa, menjadi salah satu pendorong utama peningkatan pendapatan.

Baca Juga :  UEA Keluar OPEC Demi Visi Ekonomi, Bukan Politik

Saat ini, Alfamart telah mengoperasikan total 24.434 gerai retail yang tersebar di seluruh Indonesia, didukung oleh 400 gerai stock point. Data menunjukkan tren pertumbuhan gerai yang signifikan di luar Jawa dalam lima tahun terakhir. Kontribusi gerai di luar Jawa yang pada tahun 2021 hanya sebesar 2,3%, telah meningkat drastis menjadi 36,6% pada akhir tahun 2025. Ekspansi geografis ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar Alfamart, tetapi juga menciptakan peluang pertumbuhan baru dan diversifikasi pendapatan.

Keberhasilan Alfamart dalam memperluas jangkauan operasionalnya di luar Jawa menunjukkan strategi penetrasi pasar yang efektif dan kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan konsumen di berbagai daerah. Pertumbuhan gerai ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan volume penjualan dan pangsa pasar perusahaan. Selain itu, pengembangan jaringan stock point yang efisien juga berperan penting dalam memastikan ketersediaan stok barang dan kelancaran distribusi ke seluruh gerai, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan. Dengan fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan yang cerah, Alfamart optimis dapat terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya di masa mendatang.

Also Read

Tinggalkan komentar