APBN Aman, Defisit di Bawah 3% PDB

Budi Santoso

APBN Aman, Defisit di Bawah 3% PDB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap stabil dan aman, terbukti dari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hingga Mei 2026 terjaga. Purbaya merinci defisit APBN per Mei tercatat sekitar 0,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menunjukkan sedikit kenaikan dari angka 0,64% pada bulan April. Meskipun demikian, angka ini masih jauh di bawah batas defisit APBN yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar 3% dari PDB.

Dalam keterangannya di Kompleks DPR RI, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026), Purbaya menjelaskan bahwa jika defisit APBN dihitung secara kasar dan disetahunkan, rasionya diperkirakan berada di kisaran 1,8% terhadap PDB. Angka ini memberikan gambaran yang jelas bahwa APBN masih berada dalam zona aman. Ia menekankan, "Fiskalnya bagus. Besok ada APBN KiTA, Anda boleh tanya lagi di situ, saya jelaskan lagi. Kalau enggak saya ulang lagi, tapi pada dasarnya aman. Di bulan Mei, defisitnya naik sedikit dibanding April ke 0,7%."

Purbaya lebih lanjut menguraikan bahwa perhitungan 1,8% terhadap PDB ini hanyalah ilustrasi sederhana. Realisasi APBN akan terus mengalami perubahan dari bulan ke bulan seiring dengan fluktuasi penerimaan dan belanja negara. Namun, ia optimis bahwa hingga saat ini, kinerja APBN justru menunjukkan tren yang lebih baik dari perkiraan banyak pihak. Salah satu faktor utama yang mendorong perbaikan ini adalah pertumbuhan penerimaan negara yang melampaui ekspektasi.

Baca Juga :  KRL Tabrakan di Bekasi: Investigasi Berjalan, KAI Kooperatif

"Tapi kan nanti nggak seperti itu hitungannya ya, akan bervariasi dari bulan ke bulan. Cuma sampai sekarang sih masih aman di atas perkiraan banyak orang. Karena income kita tumbuhnya di atas perkiraan banyak orangnya," tutup Purbaya, menggarisbawahi bahwa performa positif ini didorong oleh peningkatan pendapatan negara yang solid.

Posisi defisit APBN yang terkendali ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk terus menjalankan program-program pembangunan dan pelayanan publik tanpa mengkhawatirkan stabilitas fiskal. Kinerja penerimaan negara yang positif, terutama dari sisi pajak dan sumber pendapatan non-pajak lainnya, menjadi penopang utama terjaganya defisit. Pemerintah terus berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran, memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat. Analisis lebih mendalam mengenai postur APBN akan disampaikan dalam laporan APBN KiTA yang akan dirilis dalam waktu dekat, memberikan transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

Also Read

Tinggalkan komentar