IHSG & Rupiah Melemah, Kasus Dugaan Malapraktik RS di Sleman

Budi Santoso

IHSG & Rupiah Melemah, Kasus Dugaan Malapraktik RS di Sleman

Indonesia menghadapi tekanan ekonomi signifikan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Data Investing per Kamis, 4 Juni 2026, menunjukkan Dolar AS menguat 0,28% menjadi Rp 18.015, bergerak dalam rentang Rp 17.937 hingga Rp 18.024. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaitkan pelemahan Rupiah dengan sentimen negatif di pasar keuangan, termasuk isu dan rumor yang beredar. "Kalau kita lihat kan tiba-tiba saja pelemahannya, satu dua hari ini kan. Ada isu macam-macam, ada rumor macam-macam di pasar," ujar Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh faktor global, khususnya negosiasi alot antara Iran dan Amerika Serikat. MNCS Retail Research melaporkan bahwa pelemahan saham di Indonesia sejalan dengan kondisi bursa global. Pada Kamis (4/6) pagi, IHSG dibuka melemah 4,15% menjadi 5.693, setelah ditutup dengan koreksi 4,11% di level 5.941 pada hari sebelumnya. "Pelemahan pasar domestik sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang bergerak di zona merah, dipicu meningkatnya ketidakpastian terkait perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran," demikian analisis MNCS Retail Research.

Dalam program "detikSore", ekonom senior dan Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, akan membahas sejauh mana kepercayaan investor di tengah tekanan pasar modal dan potensi normalisasi nilai Rupiah terhadap Dolar. Program ini juga akan menyoroti dugaan malapraktik di salah satu rumah sakit di Kabupaten Sleman. Mengutip detikJogja, Naura (3) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban malapraktik di RSUD Prambanan pasca menjalani CT scan. Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan akan mengikuti proses hukum yang berjalan terkait laporan yang diajukan ibu korban, Anastacia Niken Purwandari (36), ke Polda DIY terhadap penanggung jawab RSUD Prambanan dan seorang dokter.

Baca Juga :  Airbus Ingin Bangun Pabrik Pesawat di Indonesia, Siap Kembangkan Ekosistem Dirgantara

Menjelang petang, "detikSore" akan mengulas lebih dalam mengenai kepercayaan investor terhadap bursa dalam negeri di tengah pelemahan saham yang terus berlanjut. Analis menilai sentimen pasar belum sepenuhnya mendukung pemulihan, sehingga penting bagi investor retail untuk bersikap bijak. Program "Sunsetalk" akan memberikan panduan mengenai cara melihat kondisi pasar secara objektif, memahami hubungan investasi saham dengan perencanaan keuangan, serta menghindari kesalahan umum yang dapat menghambat pencapaian tujuan finansial.

Seluruh ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom disiarkan secara langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Pemirsa dapat berinteraksi melalui kolom live chat.

"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

Also Read

Tinggalkan komentar